YOSBEDA.COM » Perspektif » Opini » Bagaimana Jika Ibumu yang dipancung?

Bagaimana Jika Ibumu yang dipancung?

Written by on |
Ilustrasi Hukum Pancung

Ilustrasi Hukum Pancung / Indopos

Ibu Ruyati menghembuskan nafas terakhirnya dengan tebasan pedang sang algojo pada sabtu kemarin. Perempuan 54 tahun itu dihukum Pancung karena membunuh majikan perempuannya. saya sedih banget mendengar berita ini, bagaimana jika saya adalah anak ibu royati yang mendapati kabar ibu saya tercinta telah meninggal dengan cara dipancung 🙁 . terlepas latar belakang apa ibu ruyati membunuh majikan perempuannya, sungguh malang nasib ibu ruyati, harus mengakhiri hidup di negeri orang dengan cara yang.. ah sudah lah 🙁

Apakah peristiwa ini bentuk keteledoran pemerintah dalam melakukan diplomasi? sepanjang yang saya tahu memang hukuman di Arab Saudi demikian adanya. Bila seseorang membunuh, pengadilan akan melaksanakan hukuman mati jika keluarga korban tidak memberi maaf. Namun jika saja pemerintah terlihat ada usaha untuk melakukan diplomasi mungkin akan sedikit lebih baik, walapun mungkin saja eksekusi mati itu tetap tidak terelakan. Tidak seperti ini, dimana pemerintah sebelumnya malah tidak tahu jika eksekusi telah dilakukan.

Memang Semua sudah terjadi dan tak mungkin kita bisa membuat almarhum ibu ruyati hidup kembali, wajar bila dianatar kita ada yang menyimpan pertanyaan, apakah sebuah nyawa TKI begitu murah harganya? hingga kita begitu sering mendengar para TKI menjadi pesakitan di negeri orang, langkah apa lagi yang akan dilakuakan pemerintah dalam hal ini Menakertrans dan Menlu pada kasus ibu ruyati, mungkin perlu juga kita tanyakan pada mereka, bagaimana jika Ibumu yang dipancung?

Related Items

28 Comments

  1. Mr. Idnaw
    Jun 22, 2011 @ 01:53:46

    Itulah syariat Islam mas, sayangnya di Indon make syariat Yahood! Jadinya hukuman nggak punya efek jera, tetapi malah efek ketagihan, contohnya koruptor, coba makai hukum pencuri, potong tangan.
    Mencuri 1 x : Potong tangan kanannya.
    Mencuri lagi : Potong tangan kirinya.
    Mencuri lagi : Potong kaki kanannya
    Mencuri lagi : Potong kaki kirinya.

    Reply

  2. phiy
    Jun 22, 2011 @ 06:40:54

    Australia saja sanggup berhenti mengirimkan sapi-sapinya hanya karena sapinya diperlakukan tidak baik di Indonesia. Apa Indonesia ga bisa berhenti kirim TKI ke sana krn TKInya udah banyak yg diperlakukan semenan-mena? Huh..

    Reply

  3. kiper futsal
    Jun 22, 2011 @ 09:29:50

    yah mau bagaimana lagi mas, itu merupakan hukum syariat Islam. kalo masalah diplomasi malah setahu saya pemerintah tidak mengetahui masalah hukuman ini, dan baru tahu setelah kejadian mas

    Reply

  4. Johar Manik
    Jun 22, 2011 @ 10:28:12

    miris mendengarnya… .cara mudah buat menghentikan pengiriman TKI informal ke luar negeri:
    1. Babat habis hutan Indonesia, jadikan persawahan dan lahan produksi pangan, percayalah, dalam lima tahun kedepan, harga pangan dunia akan naik 10 kali lipat.
    2. Eksplorasi seluruh kekayaan laut Indonesia, percayalah, dalam lima tahun kedepan, harga pangan dunia akan naik 10 kali lipat.

    Ane hanya memberitahukan kabar ini, semoga banyak masyrakat yang sadar… .

    Reply

    • Triunt
      Jul 07, 2011 @ 19:20:33

      Ya jangan dibabat habis dong hutannya.
      buat apa kaya tapi mendadak kena bencana besar.
      nggak lucu juga kali 🙁

      Reply

  5. hanif mahaldy
    Jun 22, 2011 @ 12:06:36

    seperti akhir-akhir ini dimana seorang ibu dikucilkan masyarakat karena malaporkan bahwa anaknya telah disuruh seorang guru untuk dijadikan bahan contekan. duh2, negeri sudah aneh…

    Reply

  6. Kue Kering
    Jun 23, 2011 @ 13:17:49

    Saya melihat hukuman2 seperti ini merupakan cara2 biadab dan barbar. Kita hidup di jaman yg menghargai nyawa manusia, masalh efek jera ato tidak saya rasa kita ga perlu membuat manusia seperti kambing yg harus dibimbing jalan nya ke mana, ato kerbau yg dicucuk hidungnya. Kita manusia punya akal dan hati nurani. Bukan mahluk tidak berotak…

    Reply

    • yahya
      Jun 26, 2011 @ 14:52:27

      @Kue Kering
      1. Saya melihat hukuman2 seperti ini merupakan cara2 biadab dan barbar.”

      Hukum seperti apa yang cocok untuk diterapkan sekarang ini ??

      2. Terus apa batasan bahwa suatu hukum itu dikatakan biadab atau adil ??

      3. Alangkah baiknya jika kita tidak memakai kata “saya kira’ dalam permasalahan seperti ini

      4. Silahkan sampaikan alasan yang ilmiah

      5. Manusia punya akal dan nurani, akan tetapi akal manusia terbatas, belum tentu yan baik menurut akal manusia dinilai baik menurut hukum agama (dalm hal ini syariat islam)

      6. Semoga dengan hukuman ini Alloh ampuni segala dosa bu Ruyati (terlepas dari pas tidaknya bu Ruyati dapat hukuman ini)

      Reply

  7. Andhy
    Jun 23, 2011 @ 18:17:19

    Mungkin perlu dilihat juga, bahwa TKI yang bermasalah mungkin memang dari awalnya sudah bermasalah juga. Misalnya saja saat menjadi TKI memalsukan umur, memalsukan nama, dll.

    Reply

  8. pemula
    Jun 24, 2011 @ 09:54:29

    apa jadix jika negar ini di tegakan syariat islam

    Reply

  9. susisetya
    Jun 24, 2011 @ 19:23:32

    ibu ruhyati ke Saudi bermaksud memperbaiki kehidupan keluarganya, tapi apa yang terjadi justru menemui ajalnya, semoga tidak adalagi kejadian seperti ini…

    Reply

  10. sucipto
    Jun 25, 2011 @ 20:14:31

    semoga Allah mengampuni dan membantu saudara-saudara kita yang terzhalimi serta membutuhkan pertolongan dan bantuan

    Reply

  11. DikMa
    Jun 26, 2011 @ 11:13:42

    beginikah yang disebut dengan peradaban jahiliyah..
    semoga Allah melindungi kita semua

    Reply

  12. yahya
    Jun 26, 2011 @ 14:54:16

    @Penulis (Yos)

    Mengatakan “bagaimana jika Ibumu yang dipancung?

    Bagaimana jika Orangtua anda seorang majikan kemudian dibunuh sama pembantunya ??

    Reply

    • yos
      Jun 26, 2011 @ 20:32:03

      jujur dirumah ibu saya dan mbak2 yang biasa bantu2 dirumah ngga ada yang namanya semenena2,
      malah memperlakukanya sperti keluarga sendiri, wong makan aja sepiring/senampan buat berdua/bertiga :),
      jadi suatu hal yang sangat mustahil bila sampai ibu saya dibunuh pembantu 1:1.000.000 deh kemungkinanya,,
      berbeda cerita dengan majikan Alm Ibu Ruyati yang… ah.. sudah lah 🙁

      Reply

  13. niee
    Jun 26, 2011 @ 20:21:21

    Pemerintah emang salah seh, tapi sepengetahuan aku pemerintah Saudi Arabia memang sewenang2 juga dengan orang2 yang bukan penduduk negaranya, walaupun mereka benar juga akan disalahkan karena mengganggu masyarakatnya. Apalagi sampe ngebunuh gitu.
    Ya mudah2an aja pemerintah Indonesia mempunyai cara bijak agar gak ada kejadian2 seperti ini lagi

    Reply

  14. dHaNy
    Jun 27, 2011 @ 03:35:09

    Waduh jangan sampai lah mas… merinding juga kalau sampai gitu…

    Reply

  15. nurrahman
    Jun 27, 2011 @ 15:28:21

    sekarang sedang pada saling berebut meminta pertanggungjawaban siapa?
    jujur saja, menurut saya, belum tentu benar apa yg dilakukan ibu ruyati. belum tentu.

    Reply

  16. @nonaedda
    Jun 28, 2011 @ 21:15:32

    kalo gw lebih milih lo yg ngegantiin 😆

    Reply

  17. Rumah Dijual
    Jul 11, 2011 @ 15:15:27

    Seharusnya lihat dulu kenpa dia sampe membunuh majikannya,,,

    Reply

  18. Rumah Dijual
    Jul 11, 2011 @ 15:16:37

    Pemerintah kita kayanya kurang untuk bertindak,,,

    Reply

  19. Forex
    Jul 11, 2011 @ 15:18:34

    Ia memang d arab hukumannya seperti itu tapi kan seharusnya pemerintahnya itu menyelidiki terlebih dahulu kenpa dia bisa sampai membunuh pasti itu ada sesuatu di balik sesuatu,,,

    Reply

  20. Printing
    Jul 11, 2011 @ 15:19:33

    Kelewatan tidak berperikemanusiaan ,,, 🙁

    Reply

  21. Belajar Forex
    Jul 11, 2011 @ 15:21:14

    Kalo saya jadi anaknya ibu ruyati saya tidak pernah akan memaafkan orang yang usdah membunuh ibu saya secara sadis seprti itu,,, 🙁

    Reply

  22. Arif Wibowo
    Jul 18, 2011 @ 00:41:44

    Sudah saatnya Indonesia berhenti mengekspor pekerja TKI,

    Reply

  23. santi
    Jul 25, 2011 @ 15:05:51

    tentu..hukuman pancung TKI adalah sebuah musibah kemanusiaan bagi Negara Indonesia yang katanya negara berdaulat dan siap melindungi setiap warga negaranya

    hhmmm….

    Reply

  24. Panama corporation
    Aug 07, 2011 @ 21:23:41

    Mengenai pelaksanaan eksekusi hukuman mati dengan cara dipancung terhadap Ruyati binti Sapubi PRT migran Indonesia yang bekerja di Saudi Arabia tulis Migrant CARE dalam rilisnya Minggu 19 6 2011 ..Peristiwa ini menurut Migrant CARE jelas memperlihatkan apa yang dipidatokan Presiden SBY di ILO tidak sesuai dengan realitas. Kasus terakhir yang muncul ke permukaan adalah ancaman hukuman mati terhadap Darsem. Dalam kasus ini publik tidak pernah mengetahui proses hukum dan upaya diplomasi apa yang pernah dilakukan oleh pemerintah Indonesia..Keteledoran ini juga pernah terjadi pada kasus eksekusi mati terhadap Yanti Iriyanti PRT migran Indonesia asal Cianjur yang juga tidak pernah diketahui oleh publik sebelumnya.

    Reply

  25. Agen Iklan Massal
    Aug 10, 2011 @ 16:52:14

    semoga kasus seperti ini tidak terulang lagi ya.

    Reply

Leave a Reply

*