Minggu ini hujan terus mengguyur Solo, seperti halnya kemarin, Senin (15/10/2011) hujan membasahi kota kecil ini ketika mantan Walikota kebangganya sedang menjalani pelantikan Gubernur di Jakarta. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta resmi melantik Joko Widodo menjadi Gubernur DKI jakarta 2012-2017, masyarakat Solo turut bersuka cita dalam pesta demokrasi DKI Jakarta. Putra Solo itu telah memenangkan pertempuran di medan laga yang luar biasa dahsyatnya.
Joko Widodo Mandapat amanat dari rakyat Jakarta yang telah memilihnya untuk menguraikan benang kusut problematika Ibu kota yang telah bertahun-tahun menghinggapi Jakarta, harapan masyarakat jakarta, Jokowi adalah setetes air hujan dalam kemarau yang panjang!, mampukah Jokowi menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Ibu Kota? Mampukah Pria sederhana 51 tahun ini menaklukan Jakarta untuk yang kedua kalinya, setelah sebelumnya berhasil menakhlukan hati rakyatnya?
Berkaca dari apa yang telah dilakukanya di Solo selama ini, Jokowi memang memiliki kapabilitas untuk menyelesaikan masalah yang ada di Jakarta? Tentu dengan berbagai catatan. Masalahnya sekomplek apa? medannya sekeras apa? dan siapa orang-orang dibelakangnya?. Dalam hati, sebenarnya saya takut Sosok Jokowi yang sekarang banyak dipuja-puja, 2-3 tahun lagi menjadi sosok yang sangat menyebalkan di mata orang jakarta, bukan karena Jokowi berbuat buruk, namun karena kebaikan Jokowi tak mampu menyelesaikan masalah di Jakarta tersebut.
Orang baik ketika berada di lingkungan yang ‘salah’ kadang malah membuat dia terlihat selalu salah, mengingatkan saya pada salah satu jenderal perang idola saya, Erwin Rommel si ‘Rubah Padang Pasir’, Jenderal legendaris Jerman era NAZI. Dia sangat hebat ketika memimpin pasukannya di lapangan, juga dikenal sangat baik dalam memperlakukan para tawanan perang, hingga membuat lawan-lawannya respek terhadap dia. Namun cukupkah kehebatan rommel memenangkan Jerman dalam Perang Dunia II? Cukupkah kebaikan rommel menjadikan dia bisa menikmati hari tua? Jawabanya Tidak!
Predikat sebagai Jendral NAZI membuat apa yang dilakukan Rommel seolah-olah selalu salah di mata sejarah, Sungguh malang nasib rommel harus mengakhiri hidupnya dengan racun sianida. Hal yang sama saya takutkan akan terjadi pada bapak jokowi, ketika dia nanti telah berusaha 110 persen untuk memperbaiki jakarta, namun karena tak kunjung terlihat hasilnya dia akan menjadi orang yang salah di mata warga Jakarta. Sejauh mana warga jakarta mau menunggu hasil kinerja bapak Jokowi, itulah yang yang menjadi kuncinya, 1 tahun? 3 tahun? Atau 5 tahun seprti masa jabatan penuh yang diembannya.
Wakil Gubernur terpilih, Basuki Cahya Purnama, dalam beberapa kesempatan sering mengungkapkan bahwa masalah di Jakarta bisa terseleselesikan, khusus untuk masalah sistem birokrasi Pemprov DKI Jakarta itu seperti sebuah kereta api, jika lokomotifnya lurus gerbong-gerbong di belakangya akan lurus pula, begitulah perandaian yang sering diberikan wakil Pak Jokowi tersebut, semoga memang sesimpel itu untuk menyelesaikanya, luruskan lokomotifnya sambil berharap tak ada yang berniat menyabotase rel kereta api tersebut.
Memang tak hanya masalah Sistem birokrasi Pemprov DKI Jakarta yang menjadi Pekerjaan Rumah Jokowi, masih banyak masalah lain menanti Jokowi-Ahok, doa kami dan seluruh warga Solo, Jokowi bisa menyelesaikan masalah Jakarta. Semoga warga jakarta bisa melihat kinerja pak Jokowi berdasarkan proses yang dilakukannya bukan pada hasilnya, walau pun hasil yang maksimal adalah harapan utama mereka warga Jakarta, Akhir kata Semoga berhasil Pak Jokowi! sebagaimana Jenderal Rommel berhasil menakhlukan panasanya medan perang Gurun Afrika Utara lebih dari setengah abad lalu!





Email
@yosbeda






















Semoga pak Jokowi mampu membawa perubahan yang diinginkan warga DKI mas. amiin
aminn mas
Aminnn
Wih, objek komparasinya ngeri.. desert fox!
Mari, kita berdoa. Semoga Jokowi dan koleganya sukses membawa ‘miniatur INA’ ke jalan yg lurus. Amien
iya mas, kebetulan saya penggum kedua tokoh di atas
semoga pak jokowi bisa menghilangkan kemacetan *cring!* hahaha amiiin biar gue ga stres kalo pulang ke jakarta.
semoga pak Jokowi mampu.
meskipun saya bukan orang Jakarta, tapi saya berharap ada perkembangan dan kemajuan disana..
iya mas, semoga, saya pun juga bukan orang jakarta
Uh, itukan si Erwin Romel, apa mirip ketegasannya dengan Jokowi. Kayaknya yang berbasis militer sedikit lebih garang dari kalangan sipil
eh ketegasan jokowi di Solo selama ini ta kalah dengan ketegasan di militer lho mas, dan kalu di postingan ini yang saya tekankan adalah ketakutan saya akan “kehebatan dan kebaikan” tak cukup mampu untuk menaklukan masalahjakarta, seperti halnya khebetan Rommel tak mampu membawa kemnangan bagi Jerman saat PD II
memang mengasyikkan menonton panggung politik bila yang bermain se-’cantik’ Jokowi …
iya mas, semoga hasil kinerja jokowi nanti juga cantik
gimana cara ngatsin preman nih, Pak Jo?
degnan memberi mereka lapangan pekerjaan mungkin mas
smpai2 kmren byk yg pake baju kotak2 dsini..
saya juga pengen punya sebetulnya, baju kotak2nya bagus
saya juga menaruh harapan pada Pak JOkowi, semoga banyak pemimpin juga memberikan harapan, TERUS.
Semoga berhasil mas pak Jokowi
Semoga semuanya tidak hanya akan menjadi sebuah Janji Belaka, walaupun bukan warga jakarta, tapi saya sangat berharap akan perubahan di Ibukota Indonesia tercinta ini.
Semoga Ibu Kota menjadi lebih baik setelah dipimpin Jokowi, karena jakarta sedikit banyak adalah perwujudan dari Indonesia secara keseluruhan
Lalu Bagaimana ni dengan solo yang ditinggal Pak Joko, bisa berantakan lagi dehh..
nah itu juga sih yg sebenarnya saya takutkan
, semoga saja solo tetap baik-baik saja sepeninggal Jokowi
Let see. semoga bisa terpenuhi semua janjinya. hahaha. Pengen liat jakarta baru hahaha #orangjakarta
Let see..
harapan masyarakat terhadap jakowi begitu besar, sebesar permasalahan yang dihadapi ibu kota. kalau masyarakat yang sudah pernah dipimpinnya yakin, semoga saja bisa mengatasi kesemrawutan jakarta.
ntahlah soal kinerja. tapi yang saya perhatikan dan yang mampu saya tangkap ketika beberapa kali harus ke solo dulu adalah kepandaian jokowi dalam menarik hati rakyat. semoga saja kepandaianya tersebut mampu digunakan untuk bersama-sama membangun jakarta yang lebih baik.
saya optimis duo ini bisa menularkan rasa kebersamaan dan gotong royong dalam membangun jkt dan indonesia di masa depan. mungkin tidak semua persoalan jkt bisa selesai dalam waktu singkat, namun rakyat dapat menangkap kesungguhan mereka bekerja bagi rakyat
Ini lah yang saya lihat dari Bapak Jokowi dia langsung ke lapangan untuk melihat kondisi Jakarta sebenarnya,bertemu dan sapa warganya yang kagum dengan sosok kepemimpinan beliau.
Saya yakin Bapak Jokowi akan merubah masyarakatnya yang tidak mampu menjadi masyarakat yang tercukupi kebutuhannnya.
Buat Bapak Jokowi.Jakarta ada ditanganmu.Sukses Pak.
iya mas, memang sperti itu gaya kepemimpinan jokowi yang selama ini saya lihat di Solo,
semoga di Jakarta Jokowi tak kehilangan gaya kepemimpinan yang merakyat seperti ini
Asalkan bisa dengan baik menjalankan butir2 pancasila dan tidak KORUPSI maka alhasil jakarta bisa jadi lebih baik,,,
amin mas, semoga bapak Jokowi tidak mengecewakan warga Jakarta yang telah memilih dia jadi pemimpinnya
kita harus percaya. jika orang baik dapat menjadi terang di masa kegelapan ini.
amin mas.
Saya amat percaya dengan kinerja Pak Jokowi. Semoga bisa membuat Jakarta menjadi lebih baik dari sebelumnya
mudah2an jakarta bs lbh baik d tangan pak Jokowi… Amiin..
amin mas..
agak aneh ketika wartawan bertanya di hari pertama jokowi kerja. bertanya mengenai bagemana perkembangan mengatasi ini itu.. btw baru sehari kerja aja kok udah disuruh menceritakan hal yg selesainya dalam waktu tahunan..
*gak iso mbayangne betapa “jengkel”nya Jokowi ditanya seperti itu, wartawan kadang2 pertanyaannya gak masuk akal. menjebak sekali*
hehehehe, iya mas, pejabat sekarang memang harus berhati-hati dalam menjawab pertanyaan wartawan, pak jokowi saja waktu kampanye kemarin sering banget pernyataan2nya sedeikit dipelintir oleh media
Dalam sejarahnya, Rommel meminum sianida bukan karena terpaksa, tapi karena itu pilihan (saat itu ketika terjadi isu kudeta, rommel termasuk salah satu jenderal yg dicurigai, dan diberi opsi mau mengaku sebagai pemberontak, atau bunuh diri, dan saat itu ia lebih memilih bunuh diri dengan minum sianida).
Jika itu diaplikasikan pada jokowi, berarti jokowi harus memilih antara dua pilihan (jika dianggap gagal sebagai gubernur)….
Mengundurkan diri, atau menghinakan diri….
Silahkan pak jokowoi sendiri yang memilih….
Komentar yang menarik mas, tapi maaf mas agus, saya ngga pernah menyebutkan kata “terpaksa” deh dipostingan ini tapi “harus”, harus dalam artian tak ada pilihan lain seperti yang mas agus bilang. Seperti makan buah simalakama gitu deh.
Dan saya rasa Rommel memilih mengakhiri hidupnya bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk keluarganya yang juga diancam akan dibinasakan, jadi dia memilih dia yang mati asal keluarganya yang selamat, keren sekali ya.
Satu lagi “Valkyrie” setahu saya kurang tepat kalau dikategorikan sebagai isu, karena kudeta itu benar-benar terjadi. CMIIW ya
wah, ternyata njenengan memang pecinta rommel sejati, mantap. Sya sebenernya juga suka, tapi ga terlalu.
Oh ya, “Satu lagi “Valkyrie” setahu saya kurang tepat kalau dikategorikan sebagai isu, karena kudeta itu benar-benar terjadi.”
Bukankah saat rommel bunuh diri, hitler masih berkuasa, berarti namanya tetap masih isu dong. soalnya belum ada kudeta. itu setahu saya…
Pemimpin yang baik yang langsung terjun ke kalangan masyrakat bawah, banyak menyerap aspirasi di tingkat bawah, saya yakin jokowi bisa..pasti bisa
saya sangat salut kepada pak jokowi, rasa kebersamaan sangat tercipta dari beliau