YOSBEDA.COM » Perspektif » Opini » Ketika Lelaki Lajang Ini Berbagi Perspektif Tentang Poligami

Ketika Lelaki Lajang Ini Berbagi Perspektif Tentang Poligami

Written by on |
Wanita Berkerudung

Wanita Berkerudung / telecoms.com

Tiga hari lalu saya membaca berita di sebuah media online tentang pelawak kiwil yang akan bercerai dengan istri keduanya, selang sehari kemudian saya terhenyak ketika membaca berita tentang Dik Doank yang memutuskan untuk menikah lagi, membaca berita dua pelakon dunia hiburan tanah air tersebut menggelitik saya untuk sedikit ikut berbicara mengenai poligami, pada tulisan saya kali ini saya ingin berbagi pandangan saya terhadap poligami.

Berasal dari kata yunani kuno polys=banyak dan gamos=menikah, frase poligami terdengar begitu imut, apalagi memliki pelafalan yang hampir mirip dengan origami, seni  tradisional melipat kertas yang sangat populer di negeri sakura, apa ngga unyu tuh, hehe. Tapi apakah benar poligami adalah sesuatu yang unyu? Bagi wanita, poligami (dipoligami) adalah sebuah mimpi terburuk di hidupnya, bahkan sebagaian orang  menganggap poligami tak ubahnya meligitimasi tirani, dominasi, dan perbudakan kaum laki-laki terhadap wanita.

Apakah benar bahwa  poligamu itu sesuatu yang mengerikan? bisa iya bisa juga tidak, tergantung siapa pribadi yang menjalankan poligami itu, poligami sepanjang yang saya tahu bukanlah suatu perkara yang mudah, bahkan mungkin lebih sulit dari rumus matematika E8 @^%$#^&%$. Dalam pandangan saya, selain Sang Nabi tidak seorangpun di dunia ini yang bisa berpoligami dengan benar (adil), benar disini memang masih debatable, perdebatan yang sebenarnya berakar dari makna “adil” sendiri yang sangat absurd dan subjektif.

Sepanjang perjalan umat manusia sejak Sang Nabi tiada hingga kini telah terjadi pedebatan panjang tentang poligami, ada yang pro ada juga yang kontra, secara mudah pun bisa ditebak bahwa kaum wanita khususnya para feminis ada di baris terdepan penentang poligami, namun hal tersebut tidak berlaku sebaliknya, walau poligami memang kenyataanya banyak menguntungkan kamu laki-laki, tak sedikit penentang poligami dari kaum lelaki, termasuk saya tentunya.

“Dan jika kamu khawatir tidak dapat berbuat adil terhadap anak-anak atau perempuan yatim (jika kamu mengawininya), maka kawinlah dengan perempuan lain yang menyenangkan hatimu; dua, tiga, atau empat. Jika kamu khawatir tidak dapat berbuat adil (terhadap istri yang terbilang), maka kawinilah seorang saja, atau ambillah budak perempuan kamu. Demikian ini agar kamu lebih dekat untuk tidak berbuat aniaya” (An-Nisa` 3).

Sejujurnya ilmu saya masih dangkal jika harus turut berdebat dasar pemikiran para pendukung poligami dan penentang poligami yaitu QS. An Nissa’ (4):3. Maka dari itu, sebenarnya saya sedikit ragu ketika harus menampilan potongan ayat di atas, takut bila hanya memancing kita dalam perdebatan panjang yang tidak berkesudahan, saya lebih nyaman menjadikan apa yang saya alami dari rumah sebagai dasar pemikiran saya tentang poligami.

Dari siapa kita mendapatkan pelajaran untuk pertama kalinya? Tentu dari orang tua, atau dengan kata lain dari rumahlah kita pertama kali mendapatkan ilmu, saya besar dengan kasih sayang orang tua yang cukup, seperti seri tulisan-tulisan saya sebelumnya yang menggabarkan betapa dekat saya denga ibu saya, dari kedekatan saya dengan ibu itulah saya bisa mengerti bagaimana jalan pikiran seorang wanita khususnya seorang Ibu, dan mendapatkan fakta  bahwa  tak ada wanita di dunia ini yang ingin dipoligami.

Berangkat dari fakta yang saya temukan dari rumah menjadi alasan saya menolak poligami, selain faktor itu ada juga faktor lainya seperti: saya lebih banyak mendapati contoh-contoh poligami yang lebih banyak mudharatnya daripada maslahatnya. Banyak contoh-contoh kegagalan orang dalam berpoligami yang saya temui, bahkan Aa Gym, salah satu Da’i yang saya kagumi terbilang gagal dalam berpoligami. Suatu perkara yang dibangun dengan fondasi pribadi-pribadi yang tersakiti dalam pandangan saya tak akan barokah dan tidak akan baik untuk ke depan.

Kenapa bisa seperti ini? Bukankah di Al-Quran sangat jelas ada ayat yang mengatur tentang poligami? Sang Nabi pun juga berpoligami kan? Kenapa Tuhan menurunkan ayat tentang poligami jika banyak mudharatnya ketimbang maslahatnya? Iya, memang benar di Alquran berbicara tentang poligami, begitu pula Rasulullahpun berpoligami, dan dari situlah saya semakin yakin akan kualitas junjungan saya Nabi Besar Muhammad SAW, walau dengan ‘kepayahan’ Sang nabi mampu berpoligami dengan semestinya. bagaimana dengan kita yang bukan manusia pilihan? mampukah???

 “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan pembagian (di antara istri-istrinya) dan beliau berlaku adil, dan beliau berdo’a : ‘Ya Allah inilah pembagianku menurut kemampuanku, maka janganlah Engkau mencercaku di dalam hal yang mampu Engkau lakukan dan aku tidak mampu melakukannya”.[Diriwayatkan oleh Abu Daud, At-Timidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan dinilai Shahih oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim]

[Fatawal Mar’ah, hal.62 oleh Syaikh Ibnu Baz]
[Disalin dari. Kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerjemah Musthofa Aini dkk, Penerbit Darul Haq]

 

Mau mendukung atau mau menentang poligami boleh-boleh saja, saya pun tidak memaksa pendapat saya ini benar 100%, karena kebenaran sebenarnya hanya dari mana kita memandang, ketika di atas saya sebutkan saya lebih menggunakan sudut pandang dari rumah saya yaitu orang tua saya (Ibu saya), maka sayapun memililih untuk menolak poligami, namun mungkin ada di antara saudara-saudara muslim yang memang memiliki perspektif lain soal poligami semoga tidak menjadi benih-benih kebencian diantara kita sesama saudara muslim.

Allahu A’lam Bisshowab

Yos Beda – 11/8/2012

Related Items

64 Comments

  1. niee
    Aug 11, 2012 @ 03:58:57

    Poligami itu boleh kalau aku mah yos.. tapi untuk orang lain.. suami lain.. kalau buat aku, suami aku gak aku perbolehkan berpoligami. titik! 🙂

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 11, 2012 @ 08:59:10

      kalau suami kamu berargumen dia menjalankan sunah Rasul bagaimana nie, hehe

      Reply

      • Camus
        Nov 18, 2015 @ 09:36:55

        Berarti rasul bukan contoh tauladan yang baik…

        Reply

  2. Izinkan Aku Menikah Tanpa Pacaran
    Aug 11, 2012 @ 04:48:22

    “Boleh berpoligami, asal wanita itu lebih sholehah dan lebih baik dari aku.”
    Ini salah satu jawaban istri yang luar biasa bang Yos 🙂

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 11, 2012 @ 09:00:08

      kalau saya sendiri mau istri saya nanti bilang seperti itu tetap ngga akan berani berpoligami mas, tahu diri saya level saya sepersejuta bila dibandingkan Sang Nabi 🙂

      Reply

  3. dafhy
    Aug 11, 2012 @ 05:51:30

    Di Al Qur’an sudah dijelaskan mas, kalau tidak mampu berbuat adil (baik nafkah lahir,batin maupun perhatian) mendingan mempunyai istri 1 saja. Kalau mampu berbuat adil sih silahkan saja untuk poligami, tapi benar pertanyaan mas yos

    walau dengan ‘kepayahan’ Sang nabi mampu berpoligami dengan semestinya. bagaimana dengan kita yang bukan manusia pilihan? mampukah???

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 11, 2012 @ 09:00:52

      iya benar sekali yang saya tekankan disini adalah level kita dibanding Rasulullah

      Reply

  4. Evi
    Aug 11, 2012 @ 08:54:04

    Menurut saya poligami adalah soal pilihan. Tapi sebagai wanita bersuami tak suka ungkapan poligami. Itu sifatnya personal. Dan paling sebal membaca atau mendengar jika lelaki berpoligami mengikuti sunah rasul. Lah emang kualitas dirinya sudah setingkat dengan rasul apa. Kalau berpoligami ya sudah terima saja kalau dirinya jatuh cinta pada wanita lain dan terus ingin menikahinya. Gak usah bawa2 sunah segala sebab Nabi pun melarang Ali berpoligami selama Nabi masih hidup

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 11, 2012 @ 09:02:54

      nah itu dia mbak, para poligamir ketika memutuskan berpoligami seperti memproklamirkan diri bahwa level dia sudah setara dengan Rasululullah, padahal…… hehe

      Reply

  5. @jarwadi
    Aug 11, 2012 @ 09:50:26

    kira kira pacarku mau jadi aku peristri ngga ya kalau aku sedari awal bilang akan berpoligami, hehe

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 11, 2012 @ 09:54:13

      110% yakin, ngga bakal mau mas, dengan syarat ketentuan berlaku, yaitu pacar mas jarwadi sehat 🙂

      Reply

  6. Kurnia Septa
    Aug 11, 2012 @ 10:51:16

    mungkin adat orang indonesia beda orang arab, begitupun masalah emosi dan perasaan. apakah seperti itu ya…

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 11, 2012 @ 11:05:24

      bisa juga seperti itu, tapi sepanajang yang saya tahu tradisi poligami tak melulu berasal dari Arab kok,
      masa pra Islam tradisi poligami sudah ada diberbagai belahan dunia CMIIW

      Reply

  7. atmo
    Aug 11, 2012 @ 11:52:42

    emoh nek poligami hehehe…

    Reply

  8. Quantum Artikel
    Aug 11, 2012 @ 13:05:39

    boleh menikahi 2,3, atau 4 wanita. tapi jika engkau merasa tidak adil hanya boleh menikahi sati.

    salam.

    Reply

  9. whiz
    Aug 11, 2012 @ 13:19:09

    Poligami itu tnetang rasa.
    Rasa enak dan ndak enak.
    Rasa hauenah dan uenak.
    Jadi kalo bingung yang enak dan huenak.
    mendng menghindarinya, biar aman

    Reply

  10. setio
    Aug 12, 2012 @ 05:42:34

    kalau menurut saya poligamai kayaknya,,, boleh boleh saja asal pihak suami mampu adil dalam memberi nafkah yang adil kepada kedua istrinya,, he he he

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 12, 2012 @ 08:26:02

      Nah “adil” di sini yg sebetulnya saya pertanyakan, dan menurut saya tak ada manusia di bumi ini yg bisa berlaku adil ketika berpoligami

      Reply

  11. Muflich Kamil
    Aug 12, 2012 @ 08:10:20

    Haha.. yang pasti kalo bisa dihindari.. tapi kalo bisa adil ya ga apa sih.. asal istri yang nomer berapa tetep fun aja 😀

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 12, 2012 @ 08:28:30

      Saya sendiri akan sekuat tenaga menghindari poligami ketika berkeluarga kelak

      Reply

  12. LJ
    Aug 12, 2012 @ 14:42:21

    wah, Yos.. Bundo baru tau nih Dik Dowank berpoligami. Selamat aja buat yang bisa melakukannya dengan aman tentram.. 🙂

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 13, 2012 @ 10:09:44

      saya waktu pertama kali dengar di doank poligami juga kaget kok bun 🙁

      Reply

  13. Ely Meyer
    Aug 13, 2012 @ 01:44:28

    sependapat sama mbak Evi

    Reply

  14. Faisal Rachmadin
    Aug 13, 2012 @ 05:34:25

    Saya pribadi menghindari poligami mas. Bukannya membenci atau apa, saya merasa gak akan mampu berbuat adil. Selain itu, dengan gak berpoligami, jadi lebih menghargai perasaan istri. Berpoligami kan membagi perasaan, nah wanita mana sih yang rela berbagi perasaan dengan wanita yang lain, walopun (setau saya) ganjaran bagi wanita yang ikhlas di poligami suaminya adalah surga.

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 13, 2012 @ 10:08:58

      sudut pandang anda terhadap poligami mirip sekali dengan saya mas,
      saya juga ngga benci poligami kok, karena memang bukan hukumnya yang salah,
      hanya pribadi2 yang menjalankan poligami yang saya rasa sampai detik ini tak ada yang mampu, kecuali Rasululloh

      Reply

  15. Bunda Tina
    Aug 13, 2012 @ 07:58:41

    I said No for Poligami…
    titik!!!..
    hee…heee…hee….

    Reply

  16. Aming
    Aug 13, 2012 @ 08:00:11

    waduhhh….1 saja keteteran apa lagi punya 2 istri…
    beraaattt….

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 13, 2012 @ 10:03:46

      waini, simpel tapi #jleb :p

      Reply

  17. ndaroini
    Aug 13, 2012 @ 08:12:32

    nikahilah 2,3 atau 4, asal kmu bisa adil.
    nah, adil disini adalah sebuah kata sifat yang pasti setiap orang berbeda penafsirannya. tapi menurut saya, selama masing masing pihak pelaku poligami itu mau dan mampu menerima, berarti itu sudah adil, karena apapun yg diperbuat oleh si lelaki, pasti akan adasaja yg bilang dia tidak adil.

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 13, 2012 @ 10:03:27

      yup betul sekali, setiap orang mempunyai suatu penafsiran sendiri,
      apalgi 3 pribadi yang minimal terlibat dalam poligami (suami, istri 1, istri 2), pasti juga ada perbedaan penafsiran,
      dan akan sangat baik menurut saya memiliki satu istri saja,
      dari pada bertengkar hanya karena perbedaan penafsiran 🙂

      Reply

  18. Yusron Krista
    Aug 13, 2012 @ 11:36:16

    Adil disini menurut saya adil dalam urusan nafkah dan batin . Selama orang itu memperlakukan kedua istrinya dengan ‘sama’ dan tidak berat sebelah, itu namanya adil .
    Saya yang masih sekolah, punya pacar dua saja saya tidak mau . Terlebih lagi kalau istri dua :))

    Reply

  19. Zizy Damanik
    Aug 13, 2012 @ 13:02:30

    Maaf saja kalau saya bilang, seringkali nafsu menjadi dasar utama ketika pria memutuskan berpoligami. Benarkah bisa adil, sama rata sama rasa? Nabi saja susah apalagi manusia biasa. Tapi mereka yg berpoligami hrs siap dgn segala resikonya.
    Kalau saya, jelas menentang poligami. Pengalaman dr yg sering saya lihat, belum ada wanita yg benar2 kuat poligami. Mulut bisa bilang iya tapi dalamnya hati siapa yang tahu?
    Buatku, tak perlu menahan-nahan bila pasangan mau kawin lagi. Silahkan, tapi cukup 1. Kalau sudah ada keinginan itu, berarti si pasangan sudah berpaling, begitu bukan? Untuk apa ditahan-tahan? Lepaskan saja :). Ikhlaskan.

    Reply

  20. Triunt
    Aug 13, 2012 @ 13:24:29

    Iya pak Ustadz, Jazakallah khairan katsira atas tausyiahnya yagg supeeerr benmanfaat.
    Udah tarawih berapa kali Yos? 😀

    Reply

  21. bunga
    Aug 14, 2012 @ 00:22:21

    Poligimi boleh tapi harus adil..kalo nggak adil jgn coba2 berpoligami

    Reply

    • Denggol
      Oct 11, 2012 @ 22:15:29

      betul, kata kuncinya harus adil.
      citra poligami hancur gara2 pelaku poligaminya itu sendiri

      Reply

  22. arif
    Aug 14, 2012 @ 07:43:11

    saya juga masih lajang, menurut pendapat saya, hukum poligami seperti yg disebutkan di Al Quran tidak boleh diingkari. hukum dasarnya ada dan tidak boleh semerta-merta dibenci begitu saja, sekali lagi dasar hukumnya.
    nah lain hal dengan penerapan yg ada di masa sekarang. penerapan dasar hukum poligami kn syaratnya banyak dan sangat amat sulit, jadi penerapannyalah yg bisa kita nilai :),

    Reply

  23. Darin
    Aug 14, 2012 @ 10:40:22

    Saya punya cerita. Kawan saya pernah menanyakan ke istrinya tentang poligami ini di mata wanita.

    Jawaban si istri: poligami itu ibarat melihat suami makan petai. Artinya, dibolehkan tapi tidak disukai.

    Tinggal bagaimana kita – kaum lelaki – saja yg menafsirkannya 🙂

    Reply

  24. dedekusn
    Aug 15, 2012 @ 12:33:15

    Kalau sy sangat setuju dengan poligami karena ini disyai’atkan dan dicontohkan Rasul, tapi tidak siap utk poligami, tidak siap menyakiti hati org yg kita sayangi, tidak siap menduakan hati walau pasangan kita merestui karena tidak yakin bisa adil.

    Reply

  25. pututik
    Aug 16, 2012 @ 06:32:41

    Kemampuan seorang lelaki untuk membuat adil jika berpoligami itulah yang sangat ditekankan dalam agama, jika kita tidak mampu berbuat adil lebih baik tidak melakukan. kalau sayapun mempersilahkan poligami, asal tidak hanya karena nafsu yang tak terbendung atau karena hutang budi atau apalah yang tujuannya bukan ibadah itu bumerang buat kehidupan akhiratnya. Jangan lupa ibadah didunia dengan baik jika beristri satu tapi amanah, insya Alloh akan mendapatkan nikmatnya banyak istri di akhirat.

    Reply

  26. Nafi
    Aug 16, 2012 @ 23:30:02

    kebanyakan orang salah tafsir masalah poligami lantaran meniru Rasul dan Nabi…kebanyakan dari mereka hanya ikut-ikutan tanpa tahu betaoa berat dan susahnya rasul dan nab kala itu,,,, hanya sekedar “melakukan sunnah nabi”, padahal hanya kedok ingin beristri banyak

    Reply

  27. Iman
    Aug 18, 2012 @ 13:57:43

    Dan ketika kita masih membahas tentang hukum Tuhan. Apakah hukum Tuhan adil? layak? sesuai ham? mengikuti zaman? dan jutaan pertanyaan lain…

    Reply

  28. Dinneno
    Aug 19, 2012 @ 00:16:10

    Saya menyikapi poligami lebih kepada perasaan wanita yang akan tersakiti. Begini, ketika seorang istri mengizinkan suaminya untuk berpoligami dengan alasan sudah ikhlas dan siap, sebenarnya dihati kecil sang istri pasti ada perasaan merasa dirinya bersalah atau kurang baik bagi sang suami sehingga suaminya memutuskan untuk poligami.
    Nah, itu lah sebabnya saya tidak mendukung poligami karena hati kecil seorang istri itu lah yang harus dijaga. Ini hanya menurut saya.

    Reply

  29. sscorporation11
    Aug 20, 2012 @ 18:26:15

    kalo ngga salah, rosulullah saw itu berpoligami dengan janda2 yang usianya tidak lagi muda ya? bukan dengan gadis2.., tapi kebanyakan orang sekarang berpoligami dg wanita2 yang cantik, kl begitu berarti unsur nafsulah yg kebanyakan mendasari seseorang untuk berpoligami

    Reply

  30. farizalfa
    Aug 21, 2012 @ 02:04:09

    Terkadang, Poligami itu mengasyikkan bagi yang bisa adil.
    rumah jadi lebih rame

    Reply

  31. kevin
    Aug 21, 2012 @ 21:48:26

    tetep ane ga stuju ne sama poligami

    Reply

  32. volverhank
    Aug 27, 2012 @ 09:01:06

    kalo saya sih kemungkinan besar gak akan poligami Heheheh..

    Reply

  33. Wandi Sukoharjo
    Aug 27, 2012 @ 20:32:21

    Secara syar’i, poligami itu tidak ada bang seperti dituliskan asal katanya di atas. Yang ada adalah sebagaimana Alloh jelaskan dalam 4 : 3 itu. Masalah ini, seharusnya kita kaji kembali pada asbabul furujnya ayat itu. Coba deh dibuka/dicari. 😀

    Reply

  34. rental mobil
    Aug 29, 2012 @ 12:01:17

    Makasih artikelnya, sangat bagus dan membuka wawasan baru saya tentang poligami. Suatu hal yang sangat sulit dilakukan.

    Reply

  35. agus kaosgrosir
    Aug 29, 2012 @ 20:01:21

    Perdebatan memang panjang dan hal itu berpulang kepada orangnya masing-masing.
    Salam

    Reply

  36. Putu Yoga
    Aug 31, 2012 @ 21:06:07

    perdebatan ini memang tidak pernah ada abisnya sampai kiamat juga pasti pro kontra. Btw saya termasuk yang kontra

    Reply

  37. helgaindra
    Sep 01, 2012 @ 22:00:11

    poligami boleh asal mampu <– ini sering banget saya denger.

    tapi kalo saya pribadi sih mampu atau nggak mendingan nggak poligami deh ya.
    cukup satu istri aja kelak.

    🙂

    Reply

  38. alvin
    Sep 05, 2012 @ 22:29:21

    tetep aja ga bole gan mnurut ane

    Reply

  39. hasim
    Sep 13, 2012 @ 11:45:47

    poligami boleh…menyakiti (hati) istri itu haram (zalim)…so it’s your choice..

    Reply

  40. niqué
    Oct 05, 2012 @ 15:54:25

    poligami? hmm …
    sulit buat rela, wlo surga jaminannya.
    wong suaminya baru dilirik orang lain aja udah sakit hati hahaha

    Reply

  41. chrismanaby
    Oct 18, 2012 @ 14:05:15

    “Suatu perkara yang dibangun dengan fondasi pribadi-pribadi yang tersakiti dalam pandangan saya tak akan barokah dan tidak akan baik untuk kedepan.”
    Aku suka banget sma kata2 itu karena saya sangat menentang poligami, bukan krn semata2 sya kaum perempuan tapi karena pasti ada yang tersakiti didlmnya. bukankan Allah menciptakan manusia di dunia ini untuk hidup berpasang2an, sepasang,…. satu laki2 dan satu perempuan. itulah sepasang

    Reply

  42. Aneka HOT
    Nov 08, 2012 @ 17:10:51

    Poligami atau tidak itu sesuwai dengan keimanan kita. Ayatnya jelas, so kita jangan pernah menolaknya, karena itu sunatulloh.

    Reply

  43. fitrimelinda
    Dec 03, 2012 @ 11:30:11

    poligami??hmmm..terkadang ada hal2 yg bikin suami untuk menikah lagi..*tidak memiliki keturunan misalnya* walaupun istri udh rela..tetap ada hati yang tersakiti dan ga rela.. 🙂

    walaupun jaminannya surga ya..

    Reply

  44. Atik Nurdini
    Mar 15, 2013 @ 11:37:25

    assalamualaikum, saya ikutan nulis dan tergerak untuk bertanya, mudah2an ada yang bisa memberi penjelasan… Begini, poligami yang dilakukan suami jaman sekarang yang saya acapkali jumpai dan lihat itu karena alasan syahwat. Apa benar Alquran dan hadist membolehkan alasan syahwat tersebut, boleh di berikan disini kutipan ayat dan hadistnya? Sepengetahuan saya yang awam ini, poligami yang dicontohkan nabi muhammad dan nabi ibrahim jauh dari alasan syahwat.. sekali lagi terimakasih penjelasannya, mudah2an penjelasan ini bisa membawa kehidupan rumah tangga kita semua mjd keluarga yang sehat fisik psikis, sakinah mawaddah warrahmah, tenang tentram sejuk damai bahagia, jauh dari aniaya, jauh bermanfaat daripada mudharatnya, amiin yra..

    Reply

  45. Lalu Abd.Rahman
    Mar 20, 2013 @ 19:54:35

    Dalam hukum Islam poligami itu boleh, tidak usah diperdebatkan lagi.
    Lebih bermanfaat kalau kalian pelajari hukum-hukumnya dari sumber-sumber yang shahih.

    Reply

  46. Max Manroe
    May 06, 2013 @ 22:58:37

    Intinya saya tidak akan poligami, titik!

    Reply

  47. Jubah Moden
    Aug 26, 2013 @ 10:16:11

    Dalam mencari maklumat di internet, banyak yang menyimpang dari isu sebenar…
    tahniah kepada admin… pos awak memang menarik dengan idea yang tulin…
    tahniah sekali lagi..

    Reply

Leave a Reply

*