Advertisements

You are here: Home > Opini > Laurens Bahang Telah Pergi, Namun Warisannya Untuk Para Ayah Abadi

Laurens Bahang Telah Pergi, Namun Warisannya Untuk Para Ayah Abadi

Mendiang Laurens Bahang

Mendiang Laurens Bahang / dpr.go.id

Tak sedikit dari kita yang muak dan geram ketika mendengar frase ‘anggota DPR’, bahkan Gedung Dewan yang sejatinya adalah tempat terhormat bagi para wakil rakyat belakangan ini terkurung dalam stigma negatifnya, bahwa Gedung DPR RI merupakan sarang manusia-manusia tak bernorma apalagi beretika, bahwa anggota DPR adalah sekumpulan orang-orang tercela, bahwa anggota DPR adalah segerombolan para pendosa, bahwa anggota DPR adalah sekawanan orang yang durhaka pada negaranya karena telah menciderai Ibu Pertiwi yang telah memberinya jabatan tinggi.

Memang benar tingkah polah para anggota dewan beberapa tahun belakangan ini membuat rakyat yang diwakilinya malu dan marah, mulai dari ulah mereka yang memperkaya diri sendiri dengan melakukan korupsi, ulah mereka yang lupa akan janji-janji kampanye atau bahkah ulah mereka yang melakukan tindak asusila. Apakah semua anggota DPR seperti itu? tentu saja tidak, saya percaya masih ada anggota DPR yang baik, atau setidaknya dari anggota DPR yang buruk itu masih tersimpan hati yang baik dan tindakan yang mulia dan pantas kita jadikan contoh atau panutan.

Rabu, 13 Agustus 2014 lalu, saya sangat tersentuh dengan kisah duka yang menimpa Anggota DPR RI, Laurens Bahang, politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu meninggal dunia akibat kesetrum di kamar mandi. Hal yang membuat saya begitu tersentuh adalah fakta bahwa pria yang menjabat Ketua Komisi V DPR tersebut meninggal saat berusaha menyelamatkan putrinya yang tersengat listrik saat berada di kamar mandi rumahnya. Putri kedua Laurens Bahang yaitu Serli Dama berteriak dari kamar mandinya karena tersetrum, sang ayah Laurens Bahang berusaha menolongnya, na’as bagi sang Ayah yang malah meninggal ketika berusaha menyelamatkan putrinya.

Jujur saya tak begitu mengenal atau mengikuti rekam jejak mendiang Laurens Bahang dalam berbagai pemberitaan media, entah mendiang Laurens Bahang termasuk Anggota DPR yang baik atau yang kurang baik tak begitu penting lagi di mata saya, satu hal yang pasti dan begitu menginspirasi adalah ayah ini mengajarkan saya bahwa seorang ayah adalah pelindung sejati bagi putrinya, buah hati melebihi segalanya bagi seorang ayah, bahkan bila nyawa adalah taruhannya, seorang ayah tak perlu berfikir panjang akan dengan sigap melindungi putrinya dari segala marabahaya yang mengancam.

Benar, seorang ayah siapapun itu dan di manapun itu kemungkinan besar akan melakukan hal yang sama saat dirinya mengalami peristiwa yang serupa dengan yang dialami Laurens Bahang dan putrinya Serli Dama, keadaan di mana nyawa putri yang dikasihi dan dicintai sedang terancam, Laurens Bahang menjadi berbeda di mata saya karena dia telah melakukakannya, bukan lagi sebuah probabilitas yang samar, seorang ayah bernama Laurens Bahang itu melakukanya! He did It!! keselamatan sang putri adalah segala-galanya, tak perlu berfikir terlalu lama yang mungkin saja akan disesalinya kelak.

Sang putri, Serli Dama akhirnya selamat meski sempat dirawat di rumah sakit juga, tak ada kata lain yang bisa saya ungkapkan selain sedih sekaligus kagum dengan sosok mendiang Laurens Bahang, kekaguman yang sama dengan kekaguman saya pada Lucky Sondakh ayah dari terpidana korupsi Angelina Sondakh yang saya abadikan dalam tulisan berjudul “Angelina Sondakh dan Lucky Sondakh, Malaikat Suci Itu Bernama Ayah” akhir tahun 2013 silam. Ayah adalah lelaki dan pahlawan terhebat bagi para putrinya, tak perlu diragukan atau dipertanyakan lagi!

Bagi kawan-kawan sejawatanya di Senayan sudah selayaknya memberikan penghormatan yang tinggi untuk seorang Laurens Bahang, tindakan berani dan terpuji dia sebagai seorang ayah bisa membuka mata rakyat yang terlanjur benci pada anggota dewan dan bisa sedikit memberikan secerca harapan bahwa Anggota DPR bukanlah makhluk-makhluk yang menakutkan, bukanlah manusia yang selalu berlaku culas, ada sisi-sisi nilai kemanusian universal yang tertanam dalam diri mereka, para manusia berkerah putih.

Dari kejadian ini saya dapat menarik sebuah falsafah kehidupan yang akan bermanfaat bagi para anggota dewan yang katanya terhormat itu, bahwa seorang wakil rakyat seyogianya mengayomi dan melindungi rakyat yang diwakilinya selayaknya seorang ayah pada anaknya, sebagaimana apa yang dilakukan oleh Laurens Bahang terhadap putrinya, Serli Dama. Untuk Serli, mungkin ayahmu telah pergi, namun warisan yang ayahmu tinggalkan untuk kami para laki-laki yang akan menjadi ayah kelak akan abadi, terima kasih untuk ayahmu Serli, orang-orang baik akan berada di tempat yang baik, percayalah!

Yos Beda – 15/8/2014

Referensi:
http://www.beritasatu.com/nasional/202507-tersengat-listrik-ketua-komisi-v-dpr-meninggal-dunia.html
http://regional.kompas.com/read/2014/08/14/15562651/Putri.Ketua.Komisi.V.yang.Tersengat.Listrik.Belum.Tahu.Ayahnya.Tewas
http://regional.kompas.com/read/2014/08/13/20390351/Ketua.Komisi.V.DPR.RI.Tewas.Kesetrum.Saat.Menolong.Anaknya

Related Items

Advertisements

28 Comments

  1. hanifmahaldi
    Aug 15, 2014 @ 16:03:43

    selalu ada penilaian positif untuk siapa saja. Bahkan untuk mereka yg dicap negatif. Itulah proposional dalam menilai objektifitas seseorang. Saya baru tahu mas yos jika ternyata tragedi itu untuk menyelamatkan putrinya, di tv cuma diberitakan kalau almarhum tersengat listrik dan meninggal dunia itu saja.

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 15, 2014 @ 16:34:20

      Betul mas hanif, selalu ada nilai-nilai dari setiap kejadian atau peristiwa apapun di dunia ini
      Saya juga tahunya telat kok, saya tahu kejadian itu pas di rabu pagi, kejadianya itu kan selasa malam, dan kamis malam (tadi malam) baca berita kalau kisah tragis tesebut bermula dari usaha mendiang untuk menolong putrinya, langsung sedih saya :(

      Reply

  2. EventJogja Dot Com
    Aug 15, 2014 @ 17:26:23

    turut berduka cita, dan maap baru tau nama beliau.
    tadi pas pidato kenegaraan pak SBY juga sempat mengheningkan cipta berdoa sejenak utk mendoakan beliau :)

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 15, 2014 @ 18:32:42

      Iya mas, teman-teman sejawatnya sudah sepantasnya memberikan penghargaan yang tinggi untuk almarhum.

      Reply

  3. mandor
    Aug 15, 2014 @ 17:36:00

    Pribadi yang berkorban untuk keluarganya, bahkan bertaruh nyawa untuk keselamatan keluarga.
    Semoga bisa menjadi penghapus dosa beliau

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 15, 2014 @ 18:33:29

      Iya mas benar sekali, semoga apa yang dia lakukan untuk putrinya akan menghapuskan segala dosa yang beliau lakukan semasa hidupnya..

      Reply

  4. dedekusn
    Aug 15, 2014 @ 19:05:51

    Saya termasuk terpengaruh dengan pemberitaan perilaku negatif sebagian anggota dewan terhormat, sepertinya karena hal itu juga yang menjadikan saya tidak terlalu mengikuti pemberitaannya. Termasuk ketika membaca berita anggota DPR RI Laurens Bahang meninggal dunia karena kesetrum, saya hanya baca judulnya :(
    Namun saya juga yakin, tidak semua anggota DPR berperilaku negatif, pasti banyak juga positifnya, seperti yang Pak Laurens Bahang lakukan untuk putrinya, sungguh pengorbanan yang luar biasa. Sebagai seorang ayah, saya juga sangat kagum dengan pengorbanannya. Sungguh pembelajaran yangyang sangat berarti.
    Tulisan-tulisan tentang naluri ke-ayah-an mu keren-keren Yos: Lucky Sondakh, Eminem, & yg ini Laurens Bahang. Thanks, sangat menginspirasi. :)

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 16, 2014 @ 10:01:49

      Iya mas benar sekali, saya punya keyakinan setiap 1 dari 10 orang pasti mempunyai hati yang mulia,
      begitu juga di DPR di antara para-para Anggota DPR yang culas itu pasti ada orang baiknya juga,
      Hahahaha, saya malah iri sama mas Dede karena sudah bisa merasakan menjadi seorang ayah beneran, hehehe
      Saya menulis banyak tulisan tentang naluri ke-ayah-an adalah wujud dari kerinduan atau impian saya yang ingin segeran menjadi seorang aya mas,
      Doakan semoga lekas tercapai impian saya tersebut, hehehe

      Reply

  5. Nelson Sitompul
    Aug 16, 2014 @ 00:08:07

    Memang urusan darah daging (anak), apapun akan dilakukan seorang ayah ya.. tragis tetapi bukti cinta sejati seorang bapak..

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 16, 2014 @ 10:02:35

      Iya mas Nelson, ketika berbicara buah hati, kita akan bisa mendapati sebuah cinta atau bahkan pengorbanan sejati..

      Reply

  6. stupid monkey
    Aug 16, 2014 @ 01:53:02

    Sosok ayah yang harus di kagumi ini sob, dia rela mati demi putrinya, semoga kita para lelaki bisa memiliki jiwa melindungi seperti beliau ya :)

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 16, 2014 @ 10:03:24

      Iya mas, sangat mengispirasi ya almarhum, semoga kelak kita para lelaku bisa menjadi ayah yang baik untuk anak-anaknya :)

      Reply

  7. blogger ganteng
    Aug 16, 2014 @ 14:30:20

    nice, orang baik berada di tempat yang baik

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 16, 2014 @ 15:13:10

      Iya mas, setiap berbuatan akan mendapatkan balasan yang sepadan,
      Seperti orang-orang yang menanam benih kebaikan :)

      Reply

  8. Dunia Ely
    Aug 16, 2014 @ 23:56:01

    Ngenes ya mas cerita saat beliau berusaha menyelamatkan putrinya, semoga arwahnya mendapatkan tempat terbaik di sisiNya

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 17, 2014 @ 18:06:39

      Iya mbak Ely, ngenes banget, tapi ada pelajaran inspiratif yang bisa diambil oleh para lelaki yang akan jadi ayah atau sudah jadi aya :)

      Reply

  9. Aan
    Aug 17, 2014 @ 03:12:18

    smoga saja kedepan saya bisa menjadi bapak yang baik untuk anak-anak kelak,, amin!!!

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 17, 2014 @ 18:07:06

      Aamiin mas Aan, semoga saya juga, hehe

      Reply

  10. kisah pagi
    Aug 17, 2014 @ 17:31:06

    kisah menarik, dan jadi pertanyaan diri sendiri. Apakah kita siap berkorban untuk anak-anak? Sampai sejauh mana?
    Salam genteyong

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 17, 2014 @ 18:48:36

      Iya mas, benar.. sangat isnpiratif dan jadi pembelajaran buat kita para laki-laki..

      Reply

  11. Niar
    Aug 18, 2014 @ 07:58:48

    Baru tau kabar duka ini, padahal beritanya sudah dimuat di detik dari hari kamis lalu.

    Reply

    • Yos Beda
      Aug 18, 2014 @ 19:08:48

      Aku tahu beritanya malah ngga telat Niar tapi tahu kisah bahwa almarhum meninggal karena menyelamatkan putrinya agak telat..

      Reply

  12. Ade Sutok
    Aug 19, 2014 @ 14:30:06

    Artikel yang sangat bermanfaat gan…

    Reply

  13. Zizy Damanik
    Aug 20, 2014 @ 15:45:37

    Saya belum pernah dengar nama beliau. Tapi turut berduka cita sedalam2nya, dengan kejadian yang tragis tersebut. Ah, semoga keluarga yang ditinggalkan bersabar…

    Reply

  14. ndop
    Aug 20, 2014 @ 18:29:26

    Aduh… kesetrum ya :(

    Semoga beliau tenang yaaaa.. beruntung buat anaknya punya bapak yg rela berkorban demi anaknya..

    Reply

  15. cumilebay.com
    Aug 21, 2014 @ 09:25:01

    Aku juga shok baca berita nya, ada2 aja yaaa urusan kesetrum. Maut ngak ada yg perna tau kapan dan dimana ???

    Turut berduka cita semoga amal ibadah nya diterima disisi Allah :-)

    Reply

  16. Agus
    Sep 02, 2014 @ 07:43:23

    mengutip dari buku karya seora bupati yg mgatakan dlm bukunnya “tidak ada satupun pejabat dinegeri ini yang tidak korupsi” mungkin ni bapak dpt hidayah ksempatan taubat di injury time

    Reply

Leave a Reply

*