Beberapa tahun ini kita jadi saksi betapa perkembangan teknologi tanah air berjalan dengan begitu pesat, mulai dari teknologi komputer, internet dan media komunikasi lainnya. Berbicara mengenai perkembangan teknologi komunikasi tanah air, tak lengkap jika kita tidak mengulik sedikit tentang perkembangan telekomunikasi selular yang ada di Indonesia.
Telekomunikasi seluler di Indonesia khususnya yang versi komersial sudah digunakan sejak tahun 1984, hal tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang paling awal mengadopsi teknologi seluler. Banyak hal terjadi dalam kurun waktu 27 tahun perkembangan Telekomunikasi Seluler di Indonesia, salah satunya adalah perkembangan konten.
Mengikuti perkembangan tren konten di Indonesia belakangan ini menjadi suatu hal yang menarik. Sebelum saya berbicara lebih jauh mungkin masih ada yang bertanya apa yang dimaksud dengan konten? dan difinisi konten itu seperti apa? berdasarkan penjelasan wikipedia, “konten adalah informasi yang tersedia melalui media atau produk elektronik”.
Saya cenderung menyederhanakan konten telekomunikasi seluler di Indoensia hanya menjadi 2 saja, yaitu konten musik dan video. Konten musik berdasarkan pengamatan saya masih merupakan distribusi konten terbesar di tanah air, hal tersebut tak lepas dari tren Ring Back Tone (RBT) yang masih tetap bertahan sejak kemunculanya beberapa tahun lalu, dibarengi dengan program Ringtone berbayar yang mulai menggeliat lagi, kedua hal tersebut cukup signifikan mengangkat angka distribusi konten musik.
Sementara itu, konten video sebenarnya juga tak kalah dengan distribusi konten musik, apalagi di era mobile sekarang ini mengakses konten video bukan suatu hal yang sulit lagi. Konten Video tak bisa lepas sepenuhnya dari konten musik, karena konten video sebagian besar bisa menjadi sub konten dari musik. Kenapa bisa begitu? Kita bisa lihat di situs youtube.com, konten musik di situs tersebut cukup dominan, saya kurang begitu ingat angka pastinya, namun kemungkinan lebih kurang 20 % dari seluruh konten di youtube adalah konten musik (video musik).
Apa sisi positif yang bisa kita ambil perkembangan konten di tanah air saat ini? PELUANG!! Iya, peluang yang sangat terbuka lebar bagi kita yang ingin membuat konten, tentu kita tidak ingin hanya menjadi penonton setia atau penikmat konten saja, pastinya kita ingin menjadi seorang yang kreatif dan produktif, saat ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk membuat konten-konten bermanfaat. Semakin banyak pembuat konten bermunculan di Tanah Air kian meneguhkan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil content Maker yg handal.













yuk yuk bikin konten yang bagus!
Manteb banget nih ulasannya mas Yos… Sukses pokoke.. Salam blogger Wonogiri
blogger sejati memang harus memperhatikan konten he..he
bikin konten memang berpeluang, tp msh sedikit yg bisa membidik dgn baik, karena sebetulnya memang bukan perkara mudah. menurut saya, bobot nya 50 %, 50% sisanya adalah teknologinya; misalnya pake web dan seterusny. saat ini, penyedia masyarakat internet indonesia msh belajar “memperbaiki konten”. misalny tentang download lagu secara ilegal dan legal via internet, dan semacamnya…
Ya, ini sebuah peluang bagi kita yang ingin berubah dari generasi ‘download’ menjadi generasi ‘upload’.
ngeliat video di samping kanan..
persis sama vokalis ada band..
Kalo saya sih emang gak ada bakat mas untuk membuat konten, jadi ya nyerah deh
Btw, cukup shock liat video yang ada di sidebar sebelah kanan blog ini
iya semakin kedepan teknologi semakin super canggih baru aja keluaran baru masih hangat ekh keluar lagi yang terpanas
lomba buat konten haha
Moga2 terhindar dari duplicate content.
benar-benar cepat banget perkembangan teknologi di Indonesia. anak teka pun sudah ngerti internet. padahal gue sendiri kenal internet sejak kuliah
pengen sih buat konten yg unik dan inovatif, tapi blm ada ide nya kakak…
sukses deh buat artikelnya kakak….
pengen sih bisa jadi penulis content,,cuman ga tau cara memulainya,,