YOSBEDA.COM » Musik » Lagu » Menulis Lagu ‘Kehidupan Kedua’, Berkisah Tentang Cinta Beda Agama

Menulis Lagu ‘Kehidupan Kedua’, Berkisah Tentang Cinta Beda Agama

Written by on |
Kehidupan Kedua

Kehidupan Kedua

Kehidupan Kedua, itulah judul yang saya pilih untuk sebuah lagu yang saya tulis sekira setahun lalu, Februari 2014. Lagu Kehidupan Kedua berkisah tentang kisah asmara antara dua anak manusia dengan kepercayaan berbeda. Adalah Zein, tokoh utama dalam lagu Kehidupan Kedua, Zein merupakan seorang pria muslim 25 tahun. Sejak tahun 2010 lalu, Zein menjalin hubungan asmara dengan Lea, seorang wanita nasrani berusia 24 tahun. Empat tahun bersama, Zein dan Lea mulai menyadari bahwa semakin lama mereka akan bersama, maka jurang terjal yang memisahkan mereka semakin terlihat nyata.

Sejak hari pertama mereka menjalin hubungan asmara, mereka sebenarnya sudah menyadari bahwa ada pagar penghalang besar di antara mereka, yaitu perbedaan agama. Namun lima tahun silam, ketika usia mereka masih terbilang muda, mereka selalu berpikir bahwa semua persoalan bisa dibuat mudah, sehingga tanpa ragu mereka berdua memutuskan untuk menjalin cinta. Pada awalnya, mereka berdua hanya mengalir saja dalam menjalani hubungan itu, bahkan Zein dan Lea tidak menyangka bahwa hubungan mereka bisa berjalan hingga 4 tahun.

Memasuki tahun 2014, atau saat mereka berdua sudah dalam usia matang untuk melangkah lebih jauh ke hubungan serius, kebuntuan mulai menghinggapi Zein dan Lea. Bahasa Cinta, yang dulu mereka yakini bisa menyelesaikan segalanya, pada faktanya tidak bisa menemukan jalan keluar dari jurang perbedaan yang memisahkan mereka berdua. Bukankah mereka bisa pindah agama dan mengikuti kepercayaan pasangannya? Iya, opsi itu memang ada, namun mereka masukkan dalam urutan terakhir daftar solusi mereka.

Ya sudah putus saja! tidak semudah itu tentunya, mencintai satu orang yang sama dalam empat tahun terakhir tentu tidak akan mudah melupakannya, meski pada akhirnya, Zein, sebagai seorang pria memilih untuk mengkahiri hubungan mereka. Zein mengambil keputusan itu dengan pertimbangan yang sangat matang. Bisa saja sebenarnya Zein mengajak Lea untuk mengikuti kepercayaannya, pun juga sebaliknya. Mereka berdua sempat berpikir rela menjadi manusia berlumur dosa demi agar tetap bisa bersama.

Di balik keputusan Zein mengakhiri hubungan itu ada hal yang mungkin lebih besar dari pahala-dosa atau-surga neraka. Di mata Zein, cinta itu tidak seharusnya menyakiti orang-orang sekitarnya, terlebih orang tua mereka. Orangtua mana yang rela melihat anak-anaknya meninggalkan kepercayaan yang telah mereka ajarkan sejak anak-anaknya tersebut masih kecil. Orangtua, dalam keyakinan Zein, selalu punya mimpi melihat anaknya sukses dan bahagia, di matanya kebahagian sejati adalah saat melihat anak bisa berjalan seiringan di jalan yang sama dengan orangtua.

Meski Zein tetap meyakini bahwa bila dia bisa mengajak Lea mengikuti kepercayaanya adalah sebuah kebenaran dari kacamata keyakinan (agamanya), namun dengan bahasa ‘rasa’, Zein coba memposisikan diri bila berada di posisi orangtua Lea. Tak lupa Zein juga mencoba memposisikan diri menjadi orang tuanya sendiri bila melihat dirinya meninggalkan keyakinan yang telah orangtuanya ajarkan sejak Zein membuka matanya di dunia. Hal-hal seperti itu menjadi pertimbangan utama Zein dalam mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan.

Zein pun akhirnya hanya bisa meyakini atau setidaknya menghibur diri sendiri dengan berharap bahwa Tuhan akan meciptakan kehidupan kedua buat dirinya dan Lea, kehidupan dimana dirinya dan Lea tidak terpisahkan jurang berbedaan keyakinan. Mungkin memang bukan di ruang dan waktu ini mereka bisa bersama dalam hangatnya rumah cinta, namun nanti, di kehidupan kedua, bila memang ada. Bila surga dan neraka serta jagat raya saja bisa tuhan ciptakan, bukanlah perkara yang sulit bagi untuk Tuhan menciptakan satu dunia untuk dua makhluk ciptaannya saja.

Zein tidak pernah menyesali takdir yang dituliskan Tuhan kepada dirinya, takdir yang mengharuskan dia bertemu dengan Lea, takdir yang membuat waktu empat tahunya seakan terbuang sia-sia, takdir yang membuatnya harus menyakiti satu orang wanita demi tidak tersakitinya orang-orang di sekitarnya. Satu harapan dan keyakinan Zein terhadap Lea, Lea pasti akan sadar bahwa dirinya di dunia ini tidak sendiri, sehingga setiap keputusan-keputusan yang akan dia ambil sebisa mungkin tidak akan menyakiti orang-orang terdekatnya, terutama ayah dan ibunya.

** perspektif yang dipakai Zein, tokoh utama di lagu di atas tidak mewakili sepenuhnya pandangan saya sebagai pencipta lagunya ya, soal Zein yang meyakini adanya cyclic life biarlah jadi pertanggungjawaban dia sebagai manusia dengan Sang Pencipta 🙂

Related Items

39 Comments

  1. Alris
    Feb 20, 2015 @ 15:19:54

    Kalo saya jadi Zein akan mengambil sikap serupa. Cinta itu memang tidak harus menyakiti pihak lain. Salam.

    Reply

    • Yos Beda
      Feb 20, 2015 @ 15:22:28

      Sepakat kak Alris, cinta seharusnya tidak menyakiti pihak lain 🙂

      Reply

  2. Ditter
    Feb 20, 2015 @ 16:00:42

    Duh, kalau begitu lagunya mirip-mirip pengalaman pribadiku… 🙁

    Reply

    • Yos Beda
      Feb 20, 2015 @ 16:04:46

      Nah, seperti dugaanku selama ini mas Dit, kisah-kisah cinta beda agama memang jamak terjadi di negara majemuk seperti Indonesia 🙂
      Mas Ditter sudah putus dengan pasangan beda agamanya kan? kalau sudah, menurut saya sudah tepat, hehehehe.. IMHO

      Reply

    • cumilebay.com
      Feb 28, 2015 @ 22:44:36

      Jadi kak ditter pacaran beda agama gitu kak ??? ama siapa ??? #kepo
      Eh tonton dech film PK, beda agama dan akhir nya bersatu 🙂

      Reply

  3. gustyanita pratiwi
    Feb 21, 2015 @ 06:54:15

    Lagu yg menyentuh hati…

    Reply

  4. Ai Wida
    Feb 21, 2015 @ 08:01:39

    Ada ngga lirik lagunya yang pas banget untuk cinta ga di restui? hiksss

    Reply

    • Yos Beda
      Feb 21, 2015 @ 09:22:10

      Wah saya malah belum bikin lagu seperti itu mbak, jadi pengen bikin lagu dengan tema itu, hehehe

      Reply

  5. News Update Techno
    Feb 21, 2015 @ 22:51:59

    mendengarkan lirik lagu “Kehidupan kedua” ini jadi berasa seperti yang dialami oleh zein dan Lea. Sungguh sangat menusuk hati dan bikin galau jika mendengarkan lagu ini…

    Reply

    • Yos Beda
      Feb 22, 2015 @ 08:08:21

      Iya kak, memang bikin galau…
      Namun ya itu, hidup adalah sebuah pilihan..
      Dan pilihan yang bijak adalah tidak menyakiti banyak orang..

      Reply

  6. Eka Fikry
    Feb 23, 2015 @ 10:20:32

    kalau ngomongin soal cinta beda agama, selalu menarik dan emosional ya, cihuuy, ihihihi…

    Reply

    • Yos Beda
      Feb 23, 2015 @ 10:25:35

      Iya kak Eka, cinta beda agama emang menarik dan kompleks 😀

      Reply

      • fifi ingewati
        Feb 23, 2015 @ 23:14:17

        pernah saya alami. memang kompleks apalagi jika satu pihak sudah mulai gerilya menarik2 pihak lain ke agamanya

        Reply

        • Yos Beda
          Feb 24, 2015 @ 05:38:41

          Nah itu dia kak, ketika mencoba menarik-narik salah satu pihak, kadang pasangan tersebut terlupa bahwa mereka masing-masing masih punya ayah dan ibu. Jadi tidak hanya ‘mengambil’ sang anak dari orang tuanya dengan menjadikannya pasangan hidup, namun juga mengambil kepercayaan yang telah diajarkan orang tuanya sejak anaknya masih kecil.

          Reply

  7. ndop
    Feb 25, 2015 @ 00:34:49

    Lagunya izi lisening ya Yos. Khas lagu2 jaman sekarang. Wis tau mbok tampilne ning panggung kah?

    Reply

    • Yos Beda
      Feb 26, 2015 @ 05:37:07

      Iya mas Ndop, berusaha nyiptain melodi lagu yang mudah diingat orang, hehehe

      Reply

  8. Naumira
    Feb 25, 2015 @ 14:55:35

    Blogwalking ndan, Nice Blog …
    Ditunggu kunjungan baliknya..

    Reply

  9. dewitya
    Feb 28, 2015 @ 16:58:37

    liriknya nena banget ini mas 🙁

    Reply

  10. Citra Rahman
    Mar 08, 2015 @ 08:47:11

    Lagunya bagus, Bang Yos. Ditunggu video klipnya yah… kalo butuh model, emm….aku siap loh… hehehehe… :p

    Reply

    • Yos Beda
      Mar 09, 2015 @ 05:14:13

      Makasih atas apresiasinya mbak Citra 🙂

      Reply

  11. Aank
    Mar 09, 2015 @ 10:04:24

    berbakat juga menulis lagu,,, lanjutkan terus berkarya

    Reply

  12. Hanif Mahaldi
    Mar 12, 2015 @ 10:13:53

    Dibuat novel bagus kayaknya mas yos, apalagi di sediain lagunya mas yos gitu. Jadi kayak bundle paket belanja. 😀

    Reply

    • Yos Beda
      Mar 12, 2015 @ 16:24:00

      Aku juga udah mikir sampai ke situ kok bro 😀

      Reply

  13. narda
    Mar 15, 2015 @ 08:57:57

    Ketika cinta memakai label

    Reply

    • Yos Beda
      Mar 16, 2015 @ 05:24:42

      Iya kak, seperti itulah 😀

      Reply

  14. gadgetboi
    Mar 19, 2015 @ 11:27:20

    jadi inget novel/film 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta … :mrgreen:

    Sikap paling bijak sih yang di pilih Zein … karena kenyataannya dipaksakan juga tidak akan pernah bahagia selamanya :mrgreen: saya sih melihat pengalaman pernikahan beda agama atau salah satu ngalah masuk agama calon suami/istri… happines don’t last forever lah …

    Reply

  15. gadgetboi
    Mar 19, 2015 @ 11:28:11

    eh .. ngomong-ngomong … coba ini lagu rampung pas film 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta :mrgreen: … pasti dipakai untuk soundtracknya …

    Reply

  16. Vance Lobo
    Mar 25, 2015 @ 08:45:53

    HIkss… jadi sedih kalo ingat masalah Cinta yang terpisahkan karena agama…
    Saya pernah merasakan hal tersebut.. 🙁

    Reply

  17. Toko Buddhis Online
    Mar 26, 2015 @ 07:38:11

    hmmm…menarik sayang akhirnya zein memutuskan hubungan beda agama

    Reply

  18. Wisata Offroad Bandung
    Apr 05, 2015 @ 19:51:11

    Wah kisahnya sungguh menyentuh hati

    Reply

  19. tayuza
    May 16, 2015 @ 11:09:24

    Klo ibarat es cream, meleleh dihati om Yos #Jleb

    Reply

  20. budiono
    Jul 04, 2015 @ 05:12:22

    gendeng. kabeh iki digital instrument dan digital recording bro? memang jempolan!

    Reply

  21. resep masakan indonesia
    Sep 30, 2015 @ 17:49:31

    apa bisa beda agama menjadi 1 cinta

    Reply

  22. resep kuliner
    Oct 06, 2015 @ 18:29:57

    hemm temen ku beda agama tapi dya menikah ., apa itu boleh ya

    Reply

  23. resep masakan
    Oct 07, 2015 @ 18:00:13

    hemm pengalaman

    Reply

Leave a Reply

*