YOSBEDA.COM » Perspektif » Opini » Menyikapi Polah Tingkah Si “Rated R Comedian” Olga Syahputra

Menyikapi Polah Tingkah Si “Rated R Comedian” Olga Syahputra

Written by on |
Olga Syahputra dan Mario Balotelli

Olga Syahputra dan Mario Balotelli

Beberapa hari ini saya sedikit terusik dengan berita di jagat hiburan tanah air, akhirnya saya jadi gatel juga untuk ikut ngomongin Olga Syahputra, artis yang minggu ini namanya begitu booming di pemberitaan media nasional, karena salah satu polah tingkahnya yang dianggap melecehkan agama tertentu. Sepanjang yang saya tahu, ini bukan kali pertama olga mendapatkan kecaman keras karena aksinya di televisi yang kebablasan, maka, ketika mendengar berita bahwa artis bernama asli Yoga Syahputra ini mendapat kecaman dari masayarakat, saya tak begitu kaget lagi.

Olga diberitakan telah melecehkan kalimat salam, dimana Olga pada salah satu segmen acara Facebooker di ANTV membuat sebuah lelucon yang menyamakan kalimat salam dengan pengemis. Apakah yang dilakukan Olga itu salah? Iya, salah banget! kemudian apakah saya marah? Tidak, karena saya sendiri melihat sosok Olga memang seperti itu. Melihat orang seperti Olga, rasanya sedikit mustahil bila dia dengan sengaja berniat melecehkan kalimat salam, apalagi artis ini juga dikenal ‘ngerti’ tentang agama.

Televisi merupakan media publik dimana semua orang dapat menontonya, para pelakon di layar kaca seyogianya bisa menjaga tutur kata dan perilakunya. Komedi sendiri tak semuanya buruk, ada beberapa komedian tanah air yang leluconya cukup cerdas. Komedian yang cerdas menurut saya adalah seorang komedian yang selalu bisa membuat penontonya tertawa tanpa harus melukai atau menghina pihak lain, pihak lain di sini bisa jadi lawan main atau orang/golongan yang disebut di bahan lawakan yang dibawakanya diatas panggung.

Olga syaputra sendiri menurut saya adalah komedian yang kurang cerdas, karena kekurang cerdasannya itulah yang menyebabkan dia melakukan banyak blunder. Saking banyaknya blunder yang dilakukan di layar kaca, hingga saya sendiri suka melabeli dia dengan sebutan Rated R Comedian. Saya melihat Olga Syahputra ini “11,12” dengan striker bengal timnas Italia Mario Balotelli, keduanya hanyalah anak TK yang terperangkap dalam tubuh orang dewasa.  Hanya akan membuat kita tampak bodoh jika kita marah akan polah tingkah anak TK ini.

Sejujurnya tak semua yang dipertontonkan olga selama ini buruk, ada juga berapa hal yang bisa kita teladani dari artis kelaharian 8 februari 1983 ini.  Di luar kegilaanya, Olga setahu saya adalah satu dari sedikit artis sangat rajin bersedekah. Apakah ada di antara kita yang pernah bertanya kenapa dia 2-3 tahun ini begitu fenomenal? Adakah yang berfikir itu semua berkat doa-doa orang yang pernah disedekahi sama si Olga ini? dari anak yatim, fakir miskin, hingga para lansia yang terlantar? Sebagai orang yang sangat-sangat percaya akan kekuatan sebuah doa saya percaya kesuksesan Olga tak lepas dari doa mereka.

Kembali ke aksi Olga yang kadang suka kebabablasan di layar kaca. Dalam menyikapi polah tingkah Olga Syahputra di televisi, kita memang harus memberikan toleransi lebih, mau menontonya atau tidak itu mutlak pilihan kita. Saya sendiri jika menjadi orang tua tentu akan melarang anak-anak saya untuk melihat aksi Olga di televisi. Di samping leluconya yang kadang kelewatan, perilaku olga yang agak ‘kemayu’ tentu bukanlah tontonan yang baik buat anak, mengingat anak adalah peniru no 1 di dunia ini. Kalapun terpaksa melihat Olga di televisi, ambil sisi baik dia saja seperti rajin sedekahnya.

Yos Beda – 27/6/2012

Related Items

25 Comments

  1. applausr
    Jun 27, 2012 @ 12:06:51

    harusnya bisa dimaklumi sih… karena pasti tidak sengaja ya… karena latah saja…

    Reply

    • Yos Beda
      Jul 02, 2012 @ 10:25:38

      iya mas,
      saya pun termasuk orang yang bisa memaklumi polah tingkah si olga

      Reply

  2. Aditya Eka P
    Jun 27, 2012 @ 12:18:11

    Olga seperti itu saja, FPI sudah kebakaran jenggot. Heheheh ..

    Maklumi sajalah. Toh, pelawak sekarang mainannya fisik, bukan? OVJ dimana lucunya? Tak ada ku rasa.

    Untunglah, Warkop DKI ada ketika FPI belum lahir. Coba kalau FPI sudah lahir, aku rasa Alm Dono & Kasino serta Indro bakal dilaporin juga ke KPI 🙂

    Reply

    • Yos Beda
      Jun 28, 2012 @ 08:49:03

      hahahahah, iya pelawak sekarang mainya celaan fisik saja kebanyakan
      semoga para jebolan stand up comedy indonesia bisa memberikan warna lain di dunia lwak tanah air
      dengan lawakan-lawakan yang lebih cerdas

      Reply

      • papap arfa
        Jun 29, 2012 @ 21:09:33

        alhamdulillah jarang liat lawakan indonesia sekarang2 ini..kalau warkop DKI dulu iya sering.. apalagi ceweknya sexi sexi iya ga? wakakaka

        Reply

        • Yos Beda
          Jul 02, 2012 @ 10:26:38

          hehe iya, favorit saya pemain cewek di warkop DKI jaman dulu tante Angel Ibrahim 🙂

          Reply

  3. umenumen
    Jun 27, 2012 @ 13:45:50

    Spontanitas sih salah satu bentuk kreatifitas, tapi sayangnya kreatifitas yang dituangkan dalam sikap spontanitasnya Olga sudah kelewat batas. Olga benar-benar harus belajar bagaimana mengendalikan diri sih…kalo engga, yaaa…gitu deh. Hihihi…

    Reply

    • Yos Beda
      Jun 28, 2012 @ 08:50:15

      iya spontanitas olga sebetulnya sangat baik dan alami,
      hanya saja kontrol batasan-batasan sampai mana sebuah lawakan itu dapat diterima dia belum memahami betul
      semoga bisa menjadi pembelajaran buat dia

      Reply

  4. yadibarus
    Jun 27, 2012 @ 16:22:50

    seharusnya dalam tayangan menghibur seperti itu tidak usah menyampurkannya dengan agama, coba cari bahan yang lainlah yang lebih educatif, dan tidak perlu untuk menjatuhkan pihak-pihak lain

    Reply

    • Yos Beda
      Jun 28, 2012 @ 08:51:55

      iya sih mas, dan blunder olga yang skarang saya rasa ngga ada niatan dia mencemarkan suatu agama
      hanya saja sepontanitas dia yang seperti basanya TIDAK TERKONTROL :((
      semoga bisa menjadi pelajaran buat olga

      Reply

  5. Miftahur
    Jun 27, 2012 @ 20:20:59

    Iya Mas, sejak SMA aku juga sudah sering dengar kritikan teman-teman soal polah tingkah Olga di acara2 di TV…
    Kalo aku sih memang kurang suka liat acara2 yg ada orang berbau ‘bencong’ nya gitu… hehehe

    Reply

    • Yos Beda
      Jun 28, 2012 @ 08:52:50

      iya mas, acara berbau bencong sangatlah tidak baik
      sebisa mungkin dihindarkan dari anak-anak
      takutnya entar mempengaruhi perkembangan mental anak

      Reply

  6. Riffrizz
    Jun 27, 2012 @ 21:48:40

    wah, kalau saya mending diem, mau ikut ngejelek2in takutnya malah saya lebih jelek dari dia :'(

    Reply

    • Yos Beda
      Jun 28, 2012 @ 08:53:10

      pilihan yang cukup bijak mas 🙂

      Reply

  7. obat alami osteoporosis
    Jun 28, 2012 @ 09:43:13

    olga memang kalau lagi berncanda atau ngomong suka lantang tanpa dipikrkan akibatnya apa

    Reply

    • Yos Beda
      Jun 28, 2012 @ 10:10:15

      iya, semoga kasus ini bisa menjadi pelajaran buat dia agar kedepan bisa lebih berhati-hati lagi

      Reply

  8. @zizydmk
    Jun 28, 2012 @ 16:00:10

    Saya pribadi tak pernah bermasalah dengan Olga, dengan apapun penampilannya di TV. Kadang memang terucap kata misalnya saat dia begitu genitnya kayak perempuan, tapi karena Olgapun lucu dan kocak, saya lebih suka melihat dia sebagai entertainer saja. Despite all semua kekurangannya itulah, toh tiap manusia jg bisa salah. Kita ini kan hanya bisa komentar saja, kalau jadi dia belum tentu juga bisa lebih baik.

    Reply

    • Aditya Eka P
      Jun 30, 2012 @ 09:35:57

      Yes. So far, kalau dibandingin Ruben, aku lebih suka Olga. Tutup kuping ajalah kalau misalnya ada yang kepleset2 dikit. Dan, coba korek lebih dalam soal Olga, ada sisi positif dari dia yang bisa kita tiru :- )

      Reply

  9. andipandora
    Jun 30, 2012 @ 06:53:40

    saya setuju dengan pendapat mas, apa yang diucapkan olga hanya spontanitas..tak da maksud untuk melecehkan..:)

    Reply

  10. Mr.doy
    Jun 30, 2012 @ 15:00:54

    semoga ini menjadi pelajaran bagi semua artis.,.,.,.,.,.

    Reply

  11. WHIZ
    Jun 30, 2012 @ 15:07:36

    kalao dilihat dari segi Branding.
    Celaaan, hinaan, makian, terlepas dari buruk tidaknya bakalan membuat makin naik peringkat, bakalan Banyak job di dunia entertiant yang absurd.
    Inilah kekuatan WOM (Word of Mouth)
    Daripada ngiklan?…
    Semoga sedekahnya juga banyak…

    Reply

  12. arif
    Jul 01, 2012 @ 10:50:43

    untuk urusan “kemayu” memng kurang layak jadi tontonan. sebab yang bersangkutan statusnya juga kurang jelas, menurut saya. klo memang laki2 sejati tapi bergaya feminim, misal seperti dokter boyke, tata dado, dll; toh mereka telah terbukti benar2 laki2 dan itu hanya pembawaan karena faktor tertentu misal genetik, it’s ok!
    sedangkan sekali lagi, (maaf) ybs statusnya belum jelas.

    Reply

  13. niee
    Jul 06, 2012 @ 22:32:33

    setuju dah.. emang olga ini ngomong gak pake.mikir.. dia asal nyeplos aja tanpa mengerti ceplosannya bisa diperdebatkan orang dan berdampak buruk bagi dirinya sendiri.. ya itulah kalau public figure yg berpendidikan kurang memadai.. hmmm…

    Reply

  14. yudi
    Jul 29, 2012 @ 10:03:51

    Janggal sekali membandingkan Olga dan Mario Balloteli. Balotelli terlepas ulah bengalnya adalah penyerang hebat. Sementara Olga? Penulis sendiri menganggap dia bukan sosok pelawak yg cerdas(saya juga setuju itu). Olga begitu terkenal karena kultur “harap maklum” bangsa ini. Maklum Olga dulu menderita, wajar kalau sekarang dia sukses, meskipun dia sebenarnya sangat tidak layak sebagai komedian maupun presenter.

    Reply

  15. sugeng
    Mar 20, 2014 @ 23:59:33

    lo saya mahh,,cuma nggk habis pikir dari banyaknya kesalhn yang terjadi kok nggk pernah belajar..??????lo masalah sedekhh yang saya pribadikurang nggk srek ,knpa hrus di umbar dimedia,

    Reply

Leave a Reply

*