Advertisements

You are here: Home > Curcol > Mereka Mengenalnya Sebagai Ibu, Saya Mengenalnya Sebagai Tuhan

Mereka Mengenalnya Sebagai Ibu, Saya Mengenalnya Sebagai Tuhan

saya dan ibu saya

saya dan ibu saya

Saat tangis pertama seorang anak manusia, yang dia lihat dan bisa menenangkanya adalah Ibunya, wanita yang dipilih Tuhan sebagai ‘jalan’ untuk anak manusia hadir ke dunia. Sedangkan di mata seorang Ibu, anak adalah harta terbesar yang dia miliki di dunia, sebagaimana yang sering dikatakan Ibu pada saya dan adik saya, dan saya yakini itu bukan sebatas kata, karena memang sepanjang 26 tahun saya mengirup udara di planet hijau nan indah ini, tak ada kasih dan sayang yang tulus melebihi kasih dan sayang seorang Ibu pada putra-putrinya.

Tak hanya cinta dan kasih yang sanggup diberikan seorang Ibu pada anaknya, seorang ibu rela berkorban demi anaknya. Contoh kecilnya mungkin bisa kita lihat saat kecil dulu, selayaknya anak-anak lain saat itu kita masih punya banyak keinginan, kepada Ibu biasanya kita meminta, dan ibu pun akhirnya memberikan apa yang kita minta, tak jarang keinginan sang anak berseberangan dengan keinginan seorang ibu, sebagai wanita normal tentu seorang Ibu juga punya keinginan, seperti ingin menabung, ingin membeli perhiasan, ingin menghemat dan lain-lain, di situlah pengorbanan ibu akan terlihat nyata.

Saya bersyukur, karena masih bisa bertemu Ibu seminggu sekali, karena saya bekerja dan kost tak jauh dari kampung halaman, hanya satu jam perjalanan. Ada hal-hal kecil yang ibu lakukan yang menurut saya luar biasa, saat saya biasanya pulang ke rumah ibu kadang masih menyisihkan makanan untuk saya, walau hanya makanan ringan, buah-buahan dan sejenisnya. Yang saya tangkap dari maksud ibu, mungkin ingin menyeimbangkan apa yang diberikan ke adik dan apa yang diberikan ke saya, walau jujur tak jadi soal buat saya akan apa yang ibu berikan.

Ibu dan Bapak

Ibu dan Bapak – 1 Januari 2013

Sekitar 3-5 tahun lalu saat masih kuliah saya pernah sedikit merasa ‘malu’ atas kedekatan hubungan saya dengan seorang ibu, apalagi saya seorang laki-laki, pikir saya saat itu. Namun sekarang saya pikir rasa ‘malu’ saya dulu itu adalah hal terbodoh yang pernah saya lakukan, karena mendapati Ibu yang penuh cinta kasih dan sehat sampai sekerang itu adalah anugrah yang besar, banyak saudara-saudara kita yang ibunya telah tiada atau bahkan tak merasakan kasih sayang seorang ibu sepanjang hidupnya.

Memang paradigma yang ada di masyarakat kita bahwa seorang laki-laki yang dekat dengan Ibunya biasanya kurang mandiri, dan saya pastikan itu salah besar cuy! setidaknya bila berkaca pada diri saya, saya merasa cukup mandiri, sejak 7 tahun silam saya ibaratnya sudah tak tinggal dengan orang tua, hanya seminggu sekali pulang, dan 4 tahun kebelakang merasakan nikmatanya bekerja hingga kadang bisa memberikan sedikit rejeki lebih untuk Ibu dan juga nenek di rumah, saya pikir itu cukup untuk menjelaskan bahwa laki-laki yang sangat dekat dengan ibunya itu bisa mandiri.

Melihat ketulusan, kasih, sayang dan pengorbanan seorang Ibu tak ubahnya saya melihat sifat-sifat Tuhan yang termanifestasi dalam sosok Ibu, rasanya tak berlebihan bila saya menganggap Ibu selayaknya Tuhan. Salah satu cara mengenal Tuhan adalah dengan melihat dan mengagumi segala ciptaanya baik yang bernyawa dan tak bernyawa, bagi seorang anak sosok Ibu mungkin adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna, kesempurnaan yang sudah kita ketahui semua adalah mutlak menjadi milik Tuhan, dan secuil kesempurnaan dari Tuhan itu ada di level manusia, yaitu Ibu.

Ibu dan saya

Ibu dan saya saat wisuda TPQ

Setiap orang mempunyai metode kontrol moral yang beragam atas dirinya, bila sebagian orang selalu berkata, “Ingat Tuhan” setiap akan melakukan tindakan-tindakan negatif danitu kadang terbukti ampuh mencegah perilaku negatifnya, saya punya metode yang hampir sama, bisa ditebak, iyap betul sekali “Ingat Ibu” , itulah kata sakti ketika saya beberapa kali kepikiran untuk beperilaku curang dalam hidup, dan alhamdulillah dengan mengingat Ibu saya bisa lebih terkontrol dalam berperilaku.

Ibu mana yang ikhlas putra-putrinya menjadi pribadi yang curang, Ibu mana yang ridho melihat putra-putrinya menjadi orang yang hanya menimbulkan kemudaratan bagi sesama atau sekitarnya. Melihat hal tersebut tentu akan indah dunia ini bila saya, anda atau kita selalu mengingat Ibu kita dalam berperilaku, tatanan peradaban manusia yang baik untuk anak cucu kita kelak bukan lah jadi mimpi di siang bolong lagi saat kesaktian seorang Ibu disadari betul oleh semua orang, dan sekali lagi saya makin yakin bahwa Tuhan pun rela ketika kita melihat Ibu sebagai diriNya.

Kamu sesat amat yos, mana boleh menyerupakan Tuhan dengan apapun! iya, saya tahu di dalam Islam, kepercayaan yang saya anut, sebuah dosa besar ketika menyamakan Allah SWT dengan apapun. Ketika frase “Ibu adalah Tuhan” langsung ditelan mentah-mentah memang nampak seperti sebuah kesesatan, di sini saya berpegang bahwa dalam agama yang saya anut Ibu itu derajatnya sungguh tinggi bahkan sangat tinggi di samping derajat seorang anak yatim, dan wajar menurut saya bila mendapati wanita yang begitu sempurna menjalankan perananya sebagai seorang Ibu kemudian saya melihat sosok Tuhan ada pada dirinya.

Sampai detik ini, ketika tulisan ini saya tulis, saya masih berpandangan ada Tuhan di setiap apapun di semesta ini, aku, kamu, kita bahkan “string” materi pembentuk alam semesta di teori dawai yang terkenal itu ada Tuhan juga, karena semua berawal dari yang Satu (singular). Apakah maksud kamu kita semua adalah Tuhan, ngga gitu juga kali sob, ngga akan pernah ada yang bisa setara dengan Tuhan, namun ketika saya melihat Tuhan ada pada diri seseorang, ada pada gunung, ada pada bintang, lantas tak menjadikan orang, gunung dan bintang tersebut jadi Tuhan, hanya melihatnya sebagai manifestasi dari keagungan Tuhan, hingga saya mengenalnya selayaknya Tuhan, pun demikian saat saya melihat Ibu.

Dilahirkan dari rahim seorang wanita hebat, itulah yang menjadi alasan saya untuk selalu bersyukur sepanjang waktu, bahkan hal tersebut lah yang membuat saya kurang begitu tertarik lagi ihwal dosa-pahala atau surga dan neraka, yang saya tahu dan saya kerjakan saat ini hanya memuji dan menjalankan ibadah kepada Dia sebagai wujud syukur tiada tara saya atas limpahan nikmat dan rahmatNya dalam bentuk seorang Ibu seperti Ibu saya saat ini. Selamat Hari Ibu, semoga Ibu saya, anda dan kita semua selalu diberikan nikmat sehat hingga bisa melihat kita para putra dan putrinya menjadi orang sukses kelak.

Related Items

Advertisements

57 Comments

  1. Dealova Uniforms
    Jan 26, 2014 @ 07:20:24

    Salam kenal mas, posting yang yang menarik dan menyentuh hati… Thanks

    Reply

  2. baju muslim anak perempuan
    Jan 26, 2014 @ 11:59:45

    “muliakan ibumu” kata Tuhan puan seperti itu :)

    Reply

  3. Sunandar
    Feb 06, 2014 @ 13:12:40

    menyentuh banget :) keluarga yg harmonis :)

    mampir ya mas http://nandarious.com/

    Reply

  4. jam tangan original
    Feb 07, 2014 @ 23:53:01

    artikel artikelnya menarik, terus berkarya, dan salam sukses ya :)

    Reply

  5. Toko Bunga
    Feb 11, 2014 @ 23:41:30

    Coretan sangat menyentuh kalbu, salam kenal ya dan sukses selalu

    Reply

  6. zainal
    Feb 12, 2014 @ 16:38:55

    blognya memang benar2 beda…
    tulisan dan artikelnya menarik sekali.. padahal beberapa artikel saja saya membaca..

    Bicara soal ibu…bahwa kehidupan seseorang tak pernah lepas dari peran dan keberadaan seorang wanita pengasih bernama ibu..mungkn itulah sebabnya ada pepatah mengatakan “surga anak ada ditelapak kaki ibu…

    salam kenal dari Sintang.

    Reply

  7. indera
    Feb 25, 2014 @ 17:30:59

    artikel yang sangat menyentuh .

    Reply

    • Bimbel online
      Apr 17, 2014 @ 09:59:50

      ridhonya orang tua itu ridhonya allah :)
      terimakasih postingannya .

      Reply

  8. indera
    Feb 26, 2014 @ 10:04:06

    ijin membaca, artikel yang sangat sangat bagus,

    Reply

  9. obat asam urat
    Mar 02, 2014 @ 21:57:17

    salam kenal kak

    Reply

  10. Obat nyeri sendi
    Mar 07, 2014 @ 07:26:48

    terima kasih atas informasinya

    Reply

  11. obat darah tinggi
    Mar 19, 2014 @ 08:31:56

    terima kasih atas informasinya..

    Reply

Leave a Reply

*

Back to Top