Ibu Ruyati menghembuskan nafas terakhirnya dengan tebasan pedang sang algojo pada sabtu kemarin. Perempuan 54 tahun itu dihukum Pancung karena membunuh majikan perempuannya. saya sedih banget mendengar berita ini, bagaimana jika saya adalah anak ibu royati yang mendapati kabar ibu saya tercinta telah meninggal dengan cara dipancung
. terlepas latar belakang apa ibu ruyati membunuh majikan perempuannya, sungguh malang nasib ibu ruyati, harus mengakhiri hidup di negeri orang dengan cara yang.. ah sudah lah
Read more…
Bagaimana Jika Ibumu yang dipancung?
Berhenti Merokok Untuk Ke-3 Kalinya, Berhasilkah kali Ini?
Perkenalan gue dengan rokok dimulai saat kelas 3 SMP, dibanding teman-teman masa kecil, sebenarnya gue termasuk paling telat saat memutuskan untuk mulai merokok
. kebanyakan temen gue sudah mulai merokok saat SMP kelas satu. saat pertama merokok bukan sensasi rasa nikmat sih yang sebenarnya gue rasain, malah pahit-pahit ngga enak gimana gitu, tapi setalah beberapa bulan ngebul terus akhirnya mulai merasakan nikmatanya racikan tembakau yang dibakar itu
. Sempet 2 kali berhenti merokok pertama saat gue SMA kelas 3 dan yang ke-2 baru di 2010 kemaren. Read more…
Merah Putih Indonesia Bersatu
Lama banget ngga update blog ini
, apa yang punya blog udah ngga semangat ngeblog lagi ya? siapa bilang gue udah ngga semangat ngeblog lagi, maaf ya blog gue baru bisa gue update sekarang, karena kesibukan online yang lain sampai ngga sempet ngurusin blog sendiri, tapat hari ini 17 agustus 2010 bangsa kita merayakan kemerdekaanya, terus? terus apa ya, gue jadi bingung gini
, niatnya sih tadi mau update blog tentang kemerdekaan tapi ternyata nulis serius itu ngga mudah, di HUT RI ke 65 ini 2 kata yang ada di benak gue tentang negeri ini, kata apa? “semakin bangga” nah loh, kok bisa semakin bangga? gue bangga karena sampai 65 tahun negara kita merdeka bangsa kita tetap utuh bersatu, tahu sendiri kan bangsa kita itu terdiri dari berbagai suku, ras, agama, golongan dan budaya.
Adakah kata terlambat untuk minta maaf?
Song written by Ryan Tedder (OneRepublic)
maaf, sebuah kata yang sebenarnya sangat gampang untuk kita ucapakan, kita akan mengucapakan ini jika kita berbuat salah pada seseorang. dengan maaf kita seperti menghapus kesalahan yang pernah kita lakukan, simpel kan?! namun kesimpelan itu tidak membuat seseorang dengan entengnya untuk meminta maaf jika telah berbuat salah, banyak banget alasan untuk tidak minta maaf, sering dengar yang kaya gini kan “gue minta maaf? gengsi lah“, atau “dia juga punya salah ma gue, klo dia minta maaf duluan baru gue minta maaf juga“, ya itulah penyakitnya, masih mengagung2kan kegengsianya atau nunggu diminta maafin duluan, ujung2nya apa? ngga bakal terjadi deh permintaan maaf itu. kalau ada yang tanya, Adakah kata terlambat untuk minta maaf? gue dengan yakin akan jawab, ada..! Read more…
Dua Bekal Yang Berharga
Apa sih yang kita cari didunia ini? pertanyaan yang kelihatanya sepele, tapi sebenarnya sangat sulit untuk kita jawab? sampai sekarang pun gue belum tahu pasti jawaban seperti apa yang pas untuk menjawab pertanyaan semacam itu, dari kita membuka mata untuk pertama kalinya sampai kita kelak menutup mata untuk selama2nya apa saja yang telah kita dapat atau kita peroleh. jika kita runtut dari perjalanan hidup itu, maka singkatnya hanyalah seperti ini, kita dilahirkan ke dunia ini,—> kita dibesarkan oleh orang tua kita,—> kita menemukan jodoh kita dan akhirnya berumah tangga,—> kita punya anak sebagai anugrah dan titipan dari Tuhan,—> dan kita besarkan anak kita agar jadi anak yang baik dan kelak bisa jadi orang, dan seterusnya berulang2 sebagaimana dimulai dari kita dilahirkan tadi. dan disini proses yang menurut gue sangat penting adalah proses membesarkan seorang anak, proses ini sangat berperan besar pada masa depan anak tersebut, terutama bekal hidup apa yang telah kita berikan padanya. kalau dari orang tua gue sendiri ada dua bekal yang gue peroleh yang pertama adalah bekal akhlak, dalam hal ini adalah ilmu agama, dan yang kedua adalah bekal pendidikan yaitu dengan memberikan kita pendidikan yang layak. Read more…

















