Advertisements

You are here: Home > Opini > Tentang Ngamuknya Ustadz Hariri Sampai Nginjak Kepala Orang

Tentang Ngamuknya Ustadz Hariri Sampai Nginjak Kepala Orang

Ustadz Hariri Meminta Seseorang Untuk Mencium Kakinya

Ustadz Hariri Meminta Seseorang Untuk Mencium Kakinya

Alkisah pada suatu hari seorang Ayah mengajak, anak, istri beserta ibunya untuk menghadiri ceramah seorang Ustadz kondang di kotanya. Dengan mengajak anaknya Ayah tersebut berharap bisa memberikan pelajaran yang bermanfaat bagi anaknya, alasan mengajak istrinya adalah agar sang anak merasa nyaman ketika belajar di didekat ibunya, sementara sang Ayah membawa Ibunya agar beliau bisa melihat cucu kesayanganya belajar tentang agama dan moral dalam ceramah ustadz kondang tersebut.

Ceramah pun dimulai, materi yang dibawakan sangat bermanfaat, berbicara soal kasih dan sayang dalam Islam, berbicara soal kesabaran, si Ayah sungguh senang melihat anak nyacukup antusias mendengar ceramah Sang Ustadz, si Ayah pun paham bahwa mungkin hanya beberapa potongan kecil dari ceramah Sang Ustadz yang anaknya pahami. Tak jadi soal, karena tujuan awal si Ayah mengajak anaknya adalah mengenalkan anaknya akan agama, soal bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari adalah tugas dia dan ibunya mengajarkanya pada sang anak saat di rumah nanti.

Di tengah acara akbar Sang Ustadz, ada sedikit kendala di sisi tehnis lapangan, di mana sound system pada acara tersebut bermasalah kadang suara Ustadz mendadak mengecil bahkan hilang, Sang Ustadz pun meminta panitia acara untuk membenahinya. Si Ayah dan keluargnya merasa agak kecewa karena acara tidak berlangsung lancar, selang beberepa menit sound tak kunjung normal juga, Sang Ustadz kemudian meminta lagi pada sang operator sound untuk membereskan, sang operator kemudian menjawabnya dengan nada yang agak tinggi.

Merasa dirinya tidak dihargai dengan nada tinggi dalam jawaban si operator sound, sang ustadz sempat emosi, kemudian dia menyuruh sang operator sound untuk maju menghadapnya. hingga sempat terjadi ketegangan antara sang ustadz sengan operator sound system. Sang Ustadz kondang sempat meminta si operator untuk mencium kakinya sebagai permintaan maaf, namun si operator menolak, Di puncak ketegangan Sang Ustadz makin meradang hingga menginjak sang operator dengan lututnya, kontan saja seluruh jamaah kaget termasuk si Ayah, anak, sitri dan juga ibunya.

Sepulang dari acara ceramah Sang Ustadz si Ayah, galau segalau-galaunya, acara yang dia harapkan bisa jadi sarana pembelajaran buat sang anak, serta jadi tempat menimba ilmu buat istri dan ibunya berubah jadi drama memalukan dan memprihatinkan. si Ayah pun kemudian menemui Ibunya, dia meminta maaf karena telah memberikan contoh yang tidak baik bagi cucunya, sang Ibu pun mengerti dan menyuruh putra dan menantunya untuk memberika penjelasan yang baik akan kejadian mengerikan yang baru saja dilihat cucunya tadi.

Siapa Ayah yang kamu ceritakan di atas yos? Ayah dan keluarganya diatas adalah karakter-karakter imajiner yang saya ciptakan dan coba masukan ke dalam garis waktu kejadian memalukan yang saya lihat dan baca kemarin, yaitu soal Ustadz Hariri yang ngamuk saat ceramah, bahkan sempat menyuruh seseorang mencium kakinya dan juga sampai menginjak kepala orang tersebut dengan lututnya, dalam pendangan saya tak ada secuilpun ruang pembenaran untuk mereka-mereka yang melakukan kekerasan.

Lebih miris lagi aksi kekerasan yang dilakukan Hariri dipertontonkan di depan jamaahnya yang sudah barang tentu ada anak-anak di antara mereka, tak sadarkan Hariri bahwa di antara jamaahnya boleh jadi ada yang membawa putri-putrinya, jamaah yang ingin mengenalkan buah hatinya untuk belajar cinta kasih Islam, belajar akan indahnya sikap sabar dari seorang ustadz/ulama dan belajar nilai-nilai mulia lainnya dari ajaran yang dirislahkan pada Sang Nabi 14 abad silam ini.

Sebagai seorang ustadz dia selayaknya guru yang bisa memberikan suri tauladan bagi para murid-muridnya, sang operator sound yang membuat amarahnya naik dilihat Hariri bukan sebagai murid yang harus dididik malah Hariri memilih jalur kekerasan dengan melihat si operator sound sebagai musuh, Ketika seoang berilmu berdiskusi dengan orang awam seyogianya bisa melihat dia sebagai orang yang kebetulan ilmunya belum setinggi kita, hingga batas pemakluman kita atas setiap perilakunya yang kadang merendahkan atau melecehkan kita adalah sebuah bagian dari kedaifan dia saudara kita yang belum berilmu.

Kalau boleh jujur saya memang tak begitu kaget dengan apa yang dipertontonkan Hariri dalam video tersebut, karena beberapa waktu lalu saya termasuk yang menaruh curiga ada yang tak beres dari Ustadz jebolan ajang pencarian bakat ini, terlebih diperkuat soal pelecehan seksual yang dilakukanya pada penyanyi seksi Cinta Penelope, di mana Hariri mencuri G-string milik Cinta lalu memakai dan membuat foto selfie saat memakai G-string tersebut, kocaknya foto tersebut ditunjukan pada Cinta Penelope.

Semoga kasus memalukan yang menimpa Hariri ini bisa menjadi pelajaran buat kita semua dalam memilih guru, memilih teman, atau memilih panutan. Saya tidak sepakat ketika ada yang bilang “jangan memilih-milih teman!”, kalau soal mengasihi memang kita berlaku universal kepada siapa saja, namun ketika memilih teman atau guru yang dijadikan panutan saya pikir kita harus selektif, terlebih bila teman atau guru tersebut adalah panutan yang akan membimbing kita atau anak-anak kita.

Referensi:

http://celebrity.okezone.com/read/2014/02/12/33/939812/ustadz-hariri-bantah-ngamuk-injak-kepala-operator-sound-system

http://celebrity.okezone.com/read/2012/05/21/33/632700/dilecehkan-ustadz-g-string-cinta-penelope-dicuri

Related Items

Advertisements

68 Comments

  1. jayafida
    Mar 04, 2014 @ 14:50:57

    Ya Allah, kok seperti itu yah, pak Ustadz hilang kendali, tidak bisa ngontrol emosi.
    Tindakan sesaat akibat ditanggung selamanya.
    Astagfirullah

    Reply

  2. Obat Maag kronis Tradisional
    Mar 06, 2014 @ 09:27:51

    ini lah hal yang dapat menghancurkan nama baik agama.

    Reply

  3. Obat nyeri sendi
    Mar 07, 2014 @ 07:25:09

    apakah itu yang di sebut dengan teladan yang baik

    Reply

  4. Obat Kanker Payudara
    Mar 07, 2014 @ 11:01:35

    astagfirulloh

    Reply

  5. sopayansoari
    Mar 07, 2014 @ 16:51:25

    wah benaran itu tuh infonya
    masa utad gitu…

    Reply

  6. AkbarAlatas
    Mar 10, 2014 @ 08:03:48

    Ada baiknya beliau jadi blogger aja gan

    Reply

  7. Tina Latief
    Mar 14, 2014 @ 22:08:46

    kalau kata sosiologi, orang yang demikian mengalami konflik me dan i..
    dan ustadz tersebut lebih mengutamakan I-nya daripada me-nya. Sehingga lupa apa perannya di sana..

    Reply

  8. obat jerawat
    Mar 16, 2014 @ 11:23:28

    tindakan yang sangat memalukan

    Reply

  9. obat darah tinggi
    Mar 19, 2014 @ 08:30:27

    akibat ke egoisan dan kesombongan dengan pangkat, yang akhirnya seperti itu..

    Reply

  10. Yogi Marsahala
    Mar 19, 2014 @ 11:20:00

    Sangat disesalkan kenapa bisa terjadi

    Reply

  11. Yogi Marsahala
    Mar 19, 2014 @ 11:20:52

    Ada baiknya semua pihak instrospeksi diri, komentar juga ya ke blog saya http://www.goocap.com

    Reply

  12. Pecinta Binatang
    Mar 21, 2014 @ 13:36:36

    ya seperti inilah indonesia..

    Reply

  13. Grosir Tas
    Mar 22, 2014 @ 09:08:23

    maklum lah, namanya juga ustadz pemenang lomba …

    Reply

  14. Dewitya
    Mar 28, 2014 @ 17:16:06

    tidak sepantasnya ustad bertindak seperti itu

    Reply

  15. Sunandar
    Mar 31, 2014 @ 15:59:21

    parah banget ni ustad. tapi mereka sudah maaf2 ya? saya lihat di hitam putih..

    Reply

  16. archer
    Apr 13, 2014 @ 21:25:54

    wah mudah2an ada hikmahnya yaa

    Reply

  17. EventJogja
    Apr 16, 2014 @ 16:54:40

    mudah2an jadi pembelajaran bersama, bagi semua, setiap orang bisa salah dan lupa :)

    Reply

Leave a Reply

*

Back to Top